Thursday, October 31, 2019

SURGA DI BALIK KERUPUK





Kesadaran kita terhadap lingkup luar sudah mulai tergerus oleh indahnya media sosial dan gadget yang ada digenggaman. Hal tersebut seringkali membuat kita lupa menggenggam kesadaran terhadap semua yang ada disekitar. Membuat kita menjadi manusia yang hina akan cueknya kita terhadap dunia luar. Rezeki dari Tuhan pun ikut kita acuhkan bahwa sebenarnya sebagian rezeki kita adalah rejeki mereka juga. Tanpa kita sadar entah kebaikan apa yang akan memasukan kita kedalam kebaikan-Nya. Sering kita lupa sebelum kita ditanpar langsung didepan muka. Semesta memang luar biasa. Mempunyai cara yang indah untuk menyadarkan kita dari hal yang tak terduga. Bahkan sebuah konten youtube misalnya, merupakan jalan kesadaran kita terhadap nikmat yang sudah diberikan oleh-Nya.
            Sebuah konten dari teman saya Martha Alfin di YouTube tentang seorang pedagang kerupuk keliling bernama Marwanto ini sangat menyentuh hati. Bapak dua orang anak ini berhasil mengumpulkan dana untuk membangun mushola dari sebagian kecil hasil jualannya. Memulai menyiapkan dagangan sebelum subuh dirumahnya yang beralamat di Lemah Gempal. Sebelum subuh tiba, bapak dua orang anak ini menyiapkan dagangannya terlebih dahulu. Lalu membersihkan mushola sebelum sholat subuh. Setelah semua beres, dimulailah petualangan pak Marwanto menyusuri kota Semarang. Dimulai dari Lemah gempal menyusuri tugu muda hingga sampai di sampangan dagangan pak Marwanto tidak sepenuhnya terjual habis setiap harinya. Bermodalkan sepeda tua yang dikayuhnya, dengan niat karena Allah beliau ikhlas menjalankan pekerjaan mulia ini.
            Tentunya kita malu dengan beliau. Dari penjualan kerupuknya ini. Beliau bercita – cita ingin berangkat umroh ke Tanah Suci bersama isterinya. Tiga puluh enam juta sudah terkumpul selama ini. Namun keikhlasan beliau karena suatu hal menyebabkan pak Marwanto mengurungkan niatnya untuk berangkat ke tanah suci. Karena ada hal yang lebih mulia yang ingin pak Marwanto kerjakan. Yaitu membangun mushola yang sudah kurang layak.
            Kepekaan pak Marwanto tehadap lingkungannya menyadarkan bahwa ia merasa berdosa ketika melihat sebuah mushola yang sudah retak - retak itu masih berdiri. Keselamat anak – anak TPQ yang sedang menimba ilmu agama dan orang tua yang berkegiatan di musola menjadi salah satu alasan beliau berinisiatif membangun mushola. Bapak berusia 63 tahun ini tidak ingin mushola yang ada di kampungnya terbengkalai. Alhamdulillah dengan segala bantuan dari masyarakat dan tentunya di bantu oleh pak camat Semrang Barat. Dengan modal tabungannya tiga puluh enam juta, beliau berhasil mengumpulkan dan mendapatkan sumbangan hingga seratus delapan puluh juta rupiah untuk membangun mushola yang kini menjadi dua lantai.
            Banyak sekali orang yang meragukan beliau. Tidaklah mungkin seorang pedagang krupuk mampu membangun mushola.. Tanpa disadari pak Marwanto percaya bahwa sebagian hasil dari penjualannya adalah pahala untuk orang – orang yang membelinya. Namun pak Marwanto membuktikannya. Tidak mudah memang menjadi orang baik.
            Ini bukan hanya soal rasa. Tentang bagaimana kita saling membantu dan peka di luar gadget kita di lingkungan sekitar kita. Sesederhana itu. Toh juga kita tidak akan kekurangan apapun jika kita mau menyisihkan sebagian rezeqi kita kepada orang lain. Kita juga tidak akan mungkin sengsara dengan sebuah kerupuk seharga dua ribu rupiah. Sebuah perubahan kecil yang dimulai dari diri kita sendiri jika banyak orang yang ikut serta bisa membawa kita disebuah perubahan yang luar biasa. Dan kini masjid yang di inisiatifi oleh pak Marwanto sudah bisa dibilang makmur. Di era yang serba media sosial ini. Sebuah keberhasilan yang tidak dimulai dari sosila media merubakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Dekapan hangat dan rangkulan optimisme masih bisa dirasakan oleh beliau yang tidak bisa mengikuti arusnya jaman. Sebuah tamparan keras terhadap kita yang mempunyai segala kecukupan. Sesederhana itu memulai kebaikan,. Dari sebuah kerupuk seharga dua ribu kita bisa ikut bergerak membantu. Tidak tahu kebaikan apa yang akan membawa kita ke Surga-Mu.


Fikri Maulana Haikal
A15.2019.01643

No comments:

Post a Comment