Friday, November 8, 2019

BANTING SETIR DEMI MENGIKUTI KATA HATI


Ada banyak pilihan di dunia ini,salah satunya yaitu pekerjaan. Suatu kesibukan yang setiap orang pasti membutuhkan. Beberapa menyebutnya sebagai cita cita,sebuah pencapaian yang sudah direncanakan sejak lama,kemudian diperjuangkan dengan berbagai macam cara. Setiap orang tentu memiliki cara pandang tersendiri dalam menjalani hidupnya masing masing,memilih dan mendapatkan pekerjaan yang berbeda beda. Ada yang menentukan pekerjaan berdasarkan keinginan orang tua,ataupun keinginan sendiri. Ada yang menjalaninya dengan penuh rasa terpaksa atau dengan senang hati.

Agus Riswanto,adalah salah satu dari beberapa orang yang menentukan pekerjaan berdasarkan kenyamanan. Pria 40 tahun ini, beberapa waktu yang lalu adalah seorang perawat dan sudah membuka klinik kesehatan sendiri, kemudian yang cukup mengejutkan, Agus lebih memilih menjadi seorang petani. Banyak yang menyayangkan keputusannya ini, terutama warga sekitar yang sudah sering berobat di kliniknya. Apalagi, di Dusun Maron,Desa Pesalakan,salah satu Desa yang merupakan bagian dari kabupaten Batang, profesi ini masih sangat jarang dan sangat dibutuhkan. Agus tak menyayangkan waktu dan biaya yang sudah dikeluarkan semasa prosesnya dulu untuk menjadi perawat. Ia menganggap semua yang sudah dilewati adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan pengalaman. Tidak ada yang perlu di sesali, justru ia merasa lebih nyaman dengan profesinya saat ini.

Wahyu Eko Wati,atau sering disapa Ika adalah perawat berusia 38 tahun yang merupakan istri Agus, adalah salah satu orang yang tak pernah mempermasalahkan keputusan suaminya. Keduanya saling mengerti dan memahami,mengarungi rumah tangga dan sudah dikaruniai dua anak, dimana putra pertama yang mereka beri nama Muhammad Gusti Alfath yang sekarang sudah menginjak usia 7 tahun,dan putri mereka Kinanthi yang sekarang ini menginjak usia 4 tahun. Keduanya tumbuh menjadi anak yang manis,sopan dan pintar,itu karena Agus dan Ika selalu memberikan pendidikan terbaik untuk putra putrinya. Kelak saat besar nanti,Agus dan Ika tak pernah memaksa anak anaknya untuk menjadi apa yang mereka inginkan, Alfath dan Kinan bebas menjadi apa yang mereka inginkan,selama itu profesi yang baik. Sejalan dengan mindset Agus,semua pekerjaan baik,dan setiap orang bebas menjadi dirinya sendiri dalam pekerjaan yang mereka pilih.

Berbeda dengan kedua adiknya, Anik Indriono yang merupakan adik pertama Agus yang di usianya 37 tahun saat ini berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi di Kota Pekalongan,dan Herlina Hastuti adik keduanya yang usianya kini 31 tahun berprofesi sebagai guru taman kanak kanak di Desa Pesalakan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang. Tiga saudara ini masing masing sudah berkeluarga dan mempunyai keturunan,ketiganya sama sama pernah memempuh perguruan tinggi,orang tua mereka memang peduli akan pendidikan bagi anak anaknya. Meski profesi Agus seakan berbeda sendiri,namun beruntungnya setiap anggota keluarga Agus adalah orang orang yang mau dan mampu saling memahami. Semuanya tetap baik baik saja,meski awalnya pasti ada sedikit perselisihan.

Hari harinya dengan profesi yang baru ia jalani dengan semangat baru pula. Pergi ke sawah,menanam sayur sayuran dan berbagai macam buah buahan. Agus mengaku,sudah tertarik dengan dunia pertanian dan dunia usaha sejak dulu,namun baru akhir akhir ini ia memikirkan panggilan hatinya itu. Setiap pekerjaan memang mempunyai resiko dan kelebihannya masing masing. Jika saat menjadi perawat,ia mempunyai gaji yang tetap dan terbilang cukup,berbeda dengan membangun usaha,pendapatannya memang tidak tetap. Tapi menurutnya kesempatan berekpresi dan bertindak sesuai keinginan sendiri lebih besar. Tidak tetap memang pendapatan sebagai petani,tapi ia punya kesempatan mendapatkan hasil yang lebih besar dibandingkan saat menjadi perawat. Pandangan orang orang sekitar juga tentu saja sudah berbeda,banyak orang lebih menghormati seseorang yang memiliki pangkat,tapi Agus tak memerlukan itu. Hidup dengan menjadi diri sendiri lebih berharga dibanding dengan pandangan orang lain.

Sampai saat ini ia semakin mengembangkan usahanya di bidang pertanian,beberapa pemuda yang belum mempunyai pekerjaan,ia ajak menjadi karyawan. Salah satu tujuannya juga,mengurangi pengangguran lewat kegiatan usaha yang ia ciptakan. Sama sekali tak ada penyesalan dalam diri Agus,justru ia lebih sangat menikmati profesinya yang sekarang. Harapannya,usahanya semakin berkembang dan semakin banyak yang bisa diuntungkan dengan memperbaiki perekonomian sekitar dan mengurangi pengangguran.

Penulis : Retno Diah Islamiati (A15.2018.01306)

No comments:

Post a Comment