Tuesday, November 5, 2019


Christian Penu Kaharap
A15.2018.01257
U.Praktik Creative Writing

“TERLALU SIBUK BEKERJA, TAPI TAK LUPA KELUARGA
Pagi itu seorang anak muda sedang termenung di burjo tempat ia bekerja, sembari menunggu pembeli setianya. Mochammad Soepiandi Rizky atau biasa dipanggil Aa Suep, pemuda yang lahir di Kuningan, Jawa Barat pada tanggal 14 Januari 1995 ini sudah bekerja selama 6 tahun di Burjo Ratu Asih yang berada di Semarang, Jawa Tengah. Selama 6 tahun merantau, tujuan Suep bekerja sedari awal tidak pernah berubah, yaitu membiayai keluarganya yang ada di Kuningan.
Sekedar informasi Burjo adalah singkatan dari Bubur Kacang Ijo, oleh karena itu bubur kacang ijo adalah menu andalannya, tetapi burjo tetap menjual berbagai jenis makanan rumah dengan harga yang bersahabat.

Pada awalnya Suep tidak bertujuan bekerja di burjo, karena pada saat itu ia mengharapkan pekerjaan yang lebih baik. Tetapi disisi lain dia juga menyadari bahwa dirinya hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Walaupun minim pendidikan Suep tetap berusaha mencari pekerjaan yang sekiranya cukup untuk membiayai keluarganya di rumah. Dari beberapa lowongan pekerjaan yang ia lamar, tidak ada satupun yang menerimanya karena alasan pendidikannya tidak sesuai kriteria yang diinginkan.

Ditengah perasaan bingung yang sedang menggerogoti perasaannya, ia mencari cara agar cepat mendapatkan pekerjaan, karena uang yang ia bawa dari Kuningan sudah semakin menipis, ia pun tidak ingin membebani temannya yang kala itu kostnya ia tumpangi. Temannya yang bernama Ujang saat itu mengetahui apabila Suep sedang bingung karena mencari pekerjaan langsung mengajaknya untuk nongkrong di burjo Ratu Asih yang dimiliki oleh orang yang berasal dari Kuningan juga. Alasan Ujang mengajaknya ke burjo hanya sekedar untuk melepas penat yang saat itu sedang dialami oleh Suep karena mencari pekerjaan.

Pada saat di burjo Ujang mengenalkan Suep dengan pemilik burjo yang biasa dipanggil Kang Dadang, ternyata Ujang mengenal Kang Dadang karena mereka berasal dari kampung yang sama di Kuningan. Lalu Ujang memberitahu bahwa Suep saat itu sedang kesulitan mencari pekerjaan, karena pendidikannya hanya lulusan SMA. Setelah mendengar cerita yang disampaikan oleh Ujang, Kang Dadang pun langsung menawarkan pekerjaan kepada mereka berdua, dikarenakan dua karyawan Kang Dadang memutuskan untuk berhenti bekerja dan memilih untuk pulang kampung dengan alasan yang kurang jelas. Disaat itu juga Suep menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh Kang Dadang, begitupun juga Ujang yang saat itu juga membutuhkan uang jajan tambahan untuk meringankan beban orang tuanya di kampung.

Genap 6 tahun sudah Suep bekerja bersama Kang Dadang. Lalu ia menceritakan bagaimana sosok seorang Suep kepada kami, Soepiandi adalah sesosok anak muda yang sangat bekerja keras dan rela mengorbankan waktu bermainnya untuk merantau keluar kota dan bekerja demi menghidupi keluarganya yang kurang mampu di kampung. Suep juga merupakan anak muda yang baik dan ramah kepada karyawan lainnya, sehingga dengan adanya sosok anak muda ini bisa membawa suasana nyaman dan tidak membosankan di lingkungan kerjanya. Oleh karena itu Kang Dadang sangat bersyukur memiliki karyawan seperti dirinya.

Ujang juga menyempatkan waktu untuk sedikit bercerita tentang Soepiandi dengan kami, Ujang selaku sahabatnya bercerita bahwa Suep adalah sosok teman yang selalu ada apapun keadaan dan situasi yang sedang mereka hadapi, Suep juga merupakan seorang teman yang bisa memberikan saran, pujian, motivasi dan tidak takut memberikan kritik yang membangun apabila ia melakukan hal-hal yang dirasa kurang benar. Dia juga menggambarkan Suep sebagai sosok pahlawan, karena ia rela berjuang demi apapun yang ia rasa benar dan melakukan apapun untuk keluarganya.

Kami juga menanyakan tentang sosok Suep ke beberapa teman kerjanya yang tidak ingin disebutkan namanya, mereka bercerita bahwa anak muda ini (Suep) adalah orang yang sangat pandai bergaul, baik, rendah hati dan pekerja keras. Kehadirannya di burjo membawa pengaruh positif, sehingga suasana di tempat kerja pun terasa tidak kaku dan sangat seru.

Kami pun bertanya kepada salah satu pelanggan setia burjo yang bernama Rafi Caesar, dirinya sudah menjadi pelanggan di burjo Ratu Asih sejak 2017 dan sedari awal menjadi pelanggan di burjo ia sudah mengenal sosok Suep, Rafi pun menceritakan bahwa sosok Suep merupakan orang yang dapat melayani pelanggannya dengan baik, sehingga pelanggan burjo merasa nyaman berada di burjo. Ia pun diajarkan beberapa kata-kata dalam Bahasa Sunda oleh Soepiandi, walaupun Rafi mengetahui pendidikan yang ditempuh Suep hanya berakhir di SMA, tetapi ia tetap memandang Suep sebagaimana ia memandangi orang yang berpendidikan dan ia pun sangat menghargai Suep sebagaimana orang-orang yang berpendidikan lebih tinggi, karena menurutnya kita tidak bisa memandang dan memberi respect kepada orang lain hanya berdasarkan pendidikan yang sudah ditempuhnya.

Lalu akhirnya kami sedikit bertanya-tanya kepada Suep, ia bercerita bahwa dirinya tidak ada rasa penyesalan sedikit pun merantau dan bekerja di burjo, karena menurutnya ia banyak belajar dari orang-orang di sekitarnya, seperti Kang Dadang, Ujang, rekan bekerjanya, mahasiswa/I yang biasanya nongkrong di burjo dan setelah bisa berteman dengan mahasiswa/I ia menyimpulkan bahwa tidak semua orang yang berpendidikan lebih tinggi dapat berperilaku seenaknya kepada orang yang pendidikannya lebih rendah. Tetapi walaupun banyak mendapatkan pelajaran hidup, Suep tetap merasa sedih karena tidak bisa bersama keluarganya di kampung, walaupun ia bisa mengirimkan uang, tapi ia tidak bisa membantu ibunya secara langsung dan membimbing adik-adiknya. Setiap kali Suep pulang ibunya selalu berpesan untuk tidak terlalu mengkhawatirkan mereka di kampung, karena mereka akan baik-baik saja.

Setelah 6 tahun bekerja di burjo untuk menafkahi keluarganya, Suep juga belajar cara berbisnis burjo dari Kang Dadang. Oleh karena itu uang yang ia dapatkan selama 6 tahun ini selalu ia tabung untuk memenuhi tujuannya memiliki burjo sendiri dan ia mendapatkan dukungan penuh dari keluarga hingga Kang Dadang. Namun apakah akhirnya Suep bisa membuka burjonya sendiri? Atau tetap bekerja bersama Kang Dadang? Tidak ada yang tahu.

No comments:

Post a Comment