Monday, November 4, 2019

Fajar Daud (A15.2018.01181)

HUMAN INTEREST

NAMA        : Fajar Daud F.R
NIM            : A15.2018.01181
MATKUL    : Creative Writting


“BEKERJA UNTUK MEMBANTU BUKAN UNTUK MELANGGAR”

Di tengah gemericik hujan yang turun di kawasan Kota Lama Semarang, seorang pria paruh baya dengan beseragam cokelat, topi abu-abu, kemeja putih dengan dibalut rompi petugas polisi justru sibuk dengan tugasnya mengatur parkiran di pinggir Jalan area parkir Kota Lama Semarang dekat dengan Gereja Blendug. Nampak wajah yang begitu sahaja, menyapa para pengendara motor ataupun mobil yang hendak parkir di lahan parkirnya.

Pria kelahiran 40 tahun silam itu bernama Jamaludin, merupakan ayah dari 3 orang anak hasil pernikahanya dengan istrinya yang bernama Handayani. Menurutnya, ia telah bertugas sebagai tukang parkir di Kota Lama sejak 5 tahun yang lalu. “ Saya bekerja sebagai tukang parkir disini sekitar 5 tahun yang lalu, setelah memiliki 2 orang anak. Tugas saya disini sih bukanhanya memarkirkan kendaraan, kadang saya juga membantu warga ataupun penjual yang membuka stand disini.” ucapnya sambil tersenyum.

Di kawasan Kota Lama sendiri area parkirnya sangat mudah ditemui, hal tersebut sangat berati bagi warga asli semarang ataupun wisatawan dari luar kota. Hal ini juga menjadi berarti bagi warga seperti saya yang sangat membutuhkan lahan pekerjaan yang mereka tidak punya pekerjaan tetap seperti halnya dengan Pak Jamaludin. Menurut Pak Jamal per harinya beliau mendapatkan penghasilan sekitar 20 ribu - 40 ribu rupiah, cukup atau tidaknya saya terima dengan ikhlas. 

Di era sekarang sangatlah berat untuk mencari pekerjaan tetap, dengan daya persaingan tinggi. Pak Jamal tidak memiliki pilihan lain, pendidikan terakhirnya yang tidak sampai tamat sekolah dasar membuatnya sulit mencari pekerjaan. Walau dengan penghasilan yang pas-pasan ia tetap bertahan dalam pekerjaanya. Tak terbayangkan olehnya apabila ia harus kehilangan pekerjaanya yang telah bertahun-tahun ia geluti. Karena pekerjaanya ini, Pak Jamal begitu dikenal oleh warga sekitar dan para petugas Poltabes Kota Lama.

Istrinya yang setiap hari begitu mengandalkan penghasilan suaminya tersebut selalu memberikan dukungan yang maksimal baginya. Mereka lah yang selama ini mendukung saya dan menjadi tonggak semangat saya. Di jalanan orang tidak peduli akan kondisi saya. Saya bekerja untuk orang lain dan untuk membantu bukan untuk melanggar. 

Harapan Pak Jamal, jika memang ada kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pekerjaanya menjadi tukang parkir hendaknya di sosialisasikan kepada beliau. Dan ia pun mengharapkan adanya pelatihan atau pengarahan tetntang aturan lalu lintas yang ada.

No comments:

Post a Comment