Nama : Indah
Puspitasari
NIM : A15.2018.01255
Kelp A15.9310
BERBAGAI KREATIFITAS MUNCUL TETAPI MASIH BERMASALAH
Aktifitas
manuasi tiap harinya tidak lepas dari keberadaan tanpa sampah. Baik itu sampah organik
maupun non organik. Indonesia akhir-akhir ini diresahkan dengan masalah sampah,
terutama berbahan non organik yaitu plastik. Universitas Dian Nuswantoro menjadi salah satu universitas
yang ada di Semarang telah menerapkan kepedulian sampah plastik. Universitas
tersebut telah mengajak para mahasiswa/i untuk menanamkan rasa kepedulian
lingkungan. Dengan cara mengumpulkan sampah plastik. Sampah –sampah plastik
tersebut akhirnya dijadikan aspal. Pada dasarnya aspal berbahan campuran
plastik menjadikan upaya untuk mengaktifkan dan memberdayakan bank sampah yang
ada. Dan menjadikan nilai guna terhadap permasalah yang timbul. Semua plastik
yang telah dikumpulkan nantinya dicacah kecil untuk jadi campuran bahan pembuat
aspal. Nantinya partikel sampah tersebut akan diproses pembetulan jalan. Hal
ini sudah menjadi salah satu langkah mengurangi sampah plastik dengan baik.
Dengan mendapatkan ide-ide yang dapat menjadi nilai ekonomis.
Selain dijadikan pembuatan bahan
aspal, ada masyarakat Kudus yang menjadikan sampah plastik menjadi paving
block. Limbah plastik tersebut dijadikan material untuk sasaran utama pembuatan.
Sebab keberadaan yang dianggap menggangu. Proses pembuatan ini memerlukan
banyak sampah. System mendapatkan dengan membuka bank sampah. Dengan berbagai
pihak yang membantu. Untuk membuat satu
biji paving block saja memerlukan sekitar satu kg sampah plastik. Paving block
yang dibuat ini telah di uji atas kekuatan bahan, hasil yang diberikan tahan
lama di badingkan dengan paving block biasa. Selain kekuatan umur, harga yang
diberikan cukup murah yaitu Rp. 70.000 hingga Rp. 125.000. Cukup relatif murah
pastinya. Dengan harga yang di berikan itupun tergantung ketebalan yang
diinginkan.
Bahan yang bersifat tidak mudah patah ini
terciptanya berawal dari sekedar coba-coba. Ini bisa dikatakan kreativitas
merupakan kemampuan menciptakan ide yang baru. Kreatif itu timbul dengan adanya
melihat permasalahan yang ada. Meraka mencoba mencari dan memecahkan
permasalahan dengan berbagai cara. Kreatifitas memiliki keberagaman tergantung
kita peka terhadap permasalahan yang muncul. Ada juga masyarakat yang membuat
kreatifitas dengan cara membuat kerajian. Sampah botol plastik misalnya yang
diolah menjadi tas, dompet, wadah asesoris, tirai, bahkan bisa menjadi rak buku
wah kalau gini gak usah meli meja yaa.
Dengan muncul berbagai kreatifitasan
disetiap daerah-daerah permasalahan sampah belum bisa diartikan selesai atau dikatakan
aman. Untuk
mengatasi hal tersebut masyarakat didorong untuk ikut serta dalam aksi global
mengatasi sampah plastik. Walaupun berbagai upaya pikah dari pemerintah bahkan
kementrian lingkungan telah mencari solusi penangan ini. Pada dasarnya aksi ini
dilakukan agar masyarakat kita bisa mengurangi penggunaan plastik. Sadar akan
membedakan jenis kemudian dimanfaatkan dengan kreatifitas maupun proses daur ulang.
Mayarakat Indonesia harus mengetahui
bagaimana mengelola lingkungan, khususnya di darat. Mengapa masyarakat
harus sadar akan kehidupan lingkungan di darat. Keberadaan mencangkup kondisi
fisik dengan sumber daya alam berupa tanah,
serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan. Penanganan
secara menyeluruh diperlukan agar jumlah sampah dapat ditekan. Tak beres dikelola di darat, banyak sampah
plastik yang pada akhirnya lari ke lautan. Bisa kita lihat penduduk yang ada di
Indonesia. Pada saat ini jumlah keberadaan kurang lebih mencapai 267 juta jiwa,
yang pada setiap harinya mengeluarkan sediktnya satu jenis sampah plastik
perorang. Bisa kita bayangkan berapa banyak sampah yang tertumpuk perhari.
Sampah sendiri merupakan bagian dari sisa akhir proses atau bisa kita sebut
barang buangan yang sudah tak diinginkan karena tidak punya harga dan nilai.
Ibu Susi
Padjiastuti dari Menteri kelautan dan perikanan menyatakan Indonesia menduduki
peringkat ke dua di dunia mengenai sampah plastik yang berakhir ke laut. Wakil
Presiden jusuf Kalla menghadiri acara Sidang Umum Ke-74. Pertemuan Tingkat
Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terjadi di New York, Amerika Serikat,
pada Senin (23/9/2019). Acara ini membahas mengenai persoalan sampah yang tidak
bisa selesai di berbagai Negara. Dalam pertemuan kali ini Wakil Presiden Jusuf
Kalla mempunyai satu dari tiga yang isu di prioritaskan dalam strategi kelautan
global. Jusuf Kalla tidak sendiri, ia didampingi oleh Ibu Susi Padjiastuti dari
Menteri kelautan dan perikanan. Sebagai langkah yang lebih baik dan maju untuk
kedepanya, dari Indonesia ingin menekankan tiga prioritas dalam sidang umun
tersebut.
Pertama,
mendorong aksi global dalam mengatasi sampah plastik laut. Data yang diambil dari
Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistic (BPS), sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta
ton pertahun dimana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang
ke laut. Hal ini di jadikan prioritas oleh Jusuf Kalla yang terjadi dan ini
perlu penanganan yang tepat. Keberadaan sampah plastik yang tersebar di laut
Indonesia naik mencapai titik 20% di tahun 2019. Dari target yang ditetapkan untuk
masalah pengurangan sebesar 75% pada tahun 2025. Prioritas kedua, Pemerintah Indonesia akan
menjamin terkait pengelolaan perikanan. Pokok dalam berkelanjutan ini akan melalui
pengurangan kejahatan laut. Pemerintah Indonesia akan bekerja sama dengan
negara kawasan- kawasan Indonesia dalam memerangi pencarian ikan secara ilegal.
Ketiga, Pemerintah Indonesia
harus mengutamakan pembahasan mengenai pengelolaan isu laut dalam bernegosiasi
perubahan iklim, termasuk dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB
(UNFCCC). Dari tiga prioritas yang di sampaikan jusuf kalla dalam sidang PBB
dapat menjadi langkah baik dalam memperbaiki kehidupan di laut.
Bahaya sampah
plastik yang terbawa hingga ke laut. Masyarakat harus mengerti sifat yang dimiliki
plastik. Dapat kita lihat ia memiliki bahan tidak mudah pecah, ringan, tidak
tembus air, tembus pandang, tekstur lentur. Plastik yang kita gunakan ternyata
memiliki dampak bahaya berupa ancaman besar bagi kehidupan. Maksudnya ketika
sampah plastik dibuang ke laut, akan memengaruhi perkembangan ikan. Selain itu
berdampak negative juga pada kadar oksigen yang dihasilkan. Sebab akan
terjadinya pertumbuhan bakteri di laut. Sampah itu butuh waktu ratusan tahun
sebelum terurai sempurna. Dalam prosesnya sampah hancur menjadi
partikel-partikel kecil. Kemudian menyebar diperairan dan tanpa sadar
dikonsumsi oleh hewan-hewan di lautan. membuat akan kerusakan ekosistem laut
musnah dan hancur dengan tidak semestinya.
No comments:
Post a Comment