Pahlawan Biru Bertingkat
Edi Sutrisno atau yang akrab dipanggil Edi adalah sosok pahlawan
di Udinus.
Pria berusia 25 tahun
ini sudah bekerja selama 5 tahun
lamanya menjadi tukang parkir di Universitas Dian Nuswantoro. Sebelum dia bekerja di UDINUS, dia bekerja di UNIKA.
Beliau bekerja menjadi
tukang parkir yaitu dengan mengikuti bagian dari suatu perusahaan yang sudah
banyak bekerja-sama
dengan berbagai Mall/kampus lainnya. Dirinya
sudah berkeluarga dan memiliki satu orang
anak.
Rumahnya terletak di jatingaleh
tepatnya di Jalan Puntodewo..
Rutinitas sehari- hari
pekerjaannya
yakni
menjaga lahan parkir di area
sekitar udinus, dan memeriksa kelengkapan Stnk mahasiswa, serta ketertiban
dalam memarkirkan motor
maupun mobil. Beliau bekerja
mulai pukul setengah 7 pagi hingga setengah 3 sore dimulai setiap hari senin
hingga sabtu. Ada cerita
menarik tentang dirinya. Pernah terjadi suatu hari dimana ada mahasiswa UDINUS
yang kehilangan helm, padahal penjagaan sudah diperketat tapi masih bisa kecolongan. Kemudia beberapa
minggu terdengar keluhan mahasiswa lainnya yang juga kehilangan helm, mendengar
ini para petugas parkir lantas mengecek cctv di setiap sudut parkiran UDINUS.
Edi melakukan serangkaian pengecekan satu-persatu diperiksa cctv dan akhirnya
dirinya menemukan rekaman dimana seorang mahasiswa perempuan lah pelaku dari
pencurian helm yang selama ini terjadi. Melihat bukti sudah dikantongi, Edi
kemudian memasang perangkap dengan menjaga secara sembunyi di area parkir
UDINUS depan Masjid, tak lama kemudia perempuan inipun melangsungkan aksinya,
diam diam dia merambat ke salah satu motor lalu dengan cepat dia mengambil helm
dan kemudian di letakan di jok motornya.
Edi cepat
tanggap ia mencegat mahasiswa ini kemudian meminta tolong dengan alih-alih
minta diantar ke BIAK gedung A. Karena mahasiswa ini pun juga sudah kenal baik
dengan dirinya maka tak sungkan untuk mengantar Edi ke BIAK. Setelah
sesampainya di BIAK, seketika langsung menayakan soal helm didepan para satpam
yang ada disana, awalnya tidak mau ngaku, setelah didesak untuk jujur dan
memperlihatkan bukti yang ada mahasiswa perempuan ini pun akhirnya jujur.
Berkat aksinya ini Edi dikenal sebagai pahlawan gedung biru. Teman-teman
se-kerjannya salut atas aksinya yang berani.
Menurut nya itu sudah menjadi tanggung jawa dari tugas yang diberikan,
dirinya juga senang dapat menangkap pelaku pencurian helm, menurutnya semua
pekerjaan pasti memiliki resiko , seperti harus merapikan sepeda motor yang parkir
sembarangan, mengatasi kejengkelan mahasiswa karena tidak kebagian parkir,
termasuk menjaga fasilitas mahasiswa seperti helm. Dirinya sangat sabar dan
melakukan nya dengan senang hati meski terpampar sinar mathari yang terik dan
harus basah-basahan ketika hujan turun. Biarpun gaji
tidak seberapa namun, tetap bekerja untuk menafkahi keluarganya. Harapan
kedepannya beliau ingin lebih banyak lagi penambahan lahan parkir di Udinus.
Dan dari cerita nya ini saya
menilai dirinya adalah orang yang lugu
dan sabar serta baik dan mau bekerja keras untuk hidup keluarganya. Jika kita
lihat lagi bagaimana kalo
orang-orang seperti dirinya tidak ada untuk membantu mahasiswa memarkirkan
kendaraan serta menjaga fasilitas ? pasti kita semua akan kesusahan..
Maka dari itu kita patut menghargai segala bentuk pekerjaan biarpun hanya
seorang tukang parkir sekalipun kita tetap harus mengapresiasinya karena tanpa
mereka kita tidak akan terbantu. Dan pekerjaan
mereka juga termasuk pekerjaan yang terpuji sehingga mereka juga disebut
pahlawan. Beralih ke Irfan, Irfan ini adalah teman kerja Edi dia
sudah bekerja di Udinus sekitar 2 tahun ia berumur 26 tahun dan juga sudah
berkeluarga, Menurut Irfan sosok Edi orang nya asik bisa di ajak
bercanda, ering mereka temui
suka duka bekerja di Udinus,
dimana dukanya itu disalahkan mahasiswa karena
melecetkan kendaraan, barang hilang di dasbor motor dan lain lain. Berbeda dengan Irfan, menurut penuturan Dwi Pamungkas ketika ditanya
soal teman yang paling sering bersama, dia
menjawab
yang menemaninya adalah “Mas
Edi” makan bersama, keluar bersama, bahkan dirinya sering berkunjung
kerumah Edi. Edi adalah
sosok yang mengispirasinya didalam pekerjaan. Ia seorang yang sabar, dan selalu tersenyum dan juga sosok yang dermawan,
dirinya juga dikenal orang yang
paling bisa mencairkan suasana di tempat kerja. Ketika yang lain sudah mulai
lelah dan emosi, Edi lah yang
menghibur teman-temannya agar tidak patah semangat ketika bekerja. Menjadi
pengatur parkir
dan menjaga keamanan kendaraan bukanlah hal yang mudah, seringkali mahasiswa
parkir sembarangan hal inilah yang menyebabkan parkiran menjadi penuh. Banyak
mahasiswa tidak memperdulikan hal ini, mahasiswa parkir seenaknya, mereka
menganggap merapikan kendaraan adalah tugas Mas Parkir, padahal tidak, mahasiswa seharusnya
membantu dengan hanya merapikan barisan parkir, dengan begitu saja sudah membantu para petugas parkir.
Kembali lagi dengan sosok Edi, secara
terang-terangan Dwi
mengatakan dari semua teman-temannya yang paling baik adalah Edi. Ia orang yang baik, selalu
menyemangati saya ketika saya sudah mulai capek dan emosi, juga pribadi yang
santun, dia tidak pernah berbicara kasar ataupun yang mengandung sara, ia orang yang sangat sopan dan
ramah terhadap dosen dan mahasiswa. Disisi lain, dirinya adalah seorang Bapak yang sangat
menyayangi anaknya dan bertanggung jawab.
Dari penuturan
teman-temannya dapat dilihat betapa mulianya sosok Edi Sutrisno dimata
teman-teman nya. Sosok yang menginsprirasi teman se-pekerjaannya yang
memberikan motivasi bagi teman-temannya. Kesabaran serta kegigihannya menjadi
contoh yang patut ditiru bagi kita semua.
No comments:
Post a Comment