Friday, November 8, 2019


Pahlawan Biru Bertingkat

Edi Sutrisno atau yang akrab dipanggil Edi adalah sosok pahlawan di Udinus. Pria berusia 25 tahun ini sudah bekerja selama 5 tahun lamanya menjadi tukang parkir di Universitas Dian Nuswantoro. Sebelum dia bekerja di UDINUS, dia bekerja di UNIKA. Beliau bekerja menjadi tukang parkir yaitu dengan mengikuti bagian dari suatu perusahaan yang sudah banyak bekerja-sama dengan berbagai Mall/kampus lainnya. Dirinya sudah berkeluarga dan memiliki satu orang anak. Rumahnya terletak di jatingaleh tepatnya di Jalan Puntodewo.. Rutinitas sehari- hari pekerjaannya yakni menjaga lahan parkir di area sekitar udinus, dan memeriksa kelengkapan Stnk mahasiswa, serta ketertiban dalam memarkirkan motor maupun mobil. Beliau bekerja mulai pukul setengah 7 pagi hingga setengah 3 sore dimulai setiap hari senin hingga sabtu.   Ada cerita menarik tentang dirinya. Pernah terjadi suatu hari dimana ada mahasiswa UDINUS yang kehilangan helm, padahal penjagaan sudah diperketat tapi  masih bisa kecolongan. Kemudia beberapa minggu terdengar keluhan mahasiswa lainnya yang juga kehilangan helm, mendengar ini para petugas parkir lantas mengecek cctv di setiap sudut parkiran UDINUS. Edi melakukan serangkaian pengecekan satu-persatu diperiksa cctv dan akhirnya dirinya menemukan rekaman dimana seorang mahasiswa perempuan lah pelaku dari pencurian helm yang selama ini terjadi. Melihat bukti sudah dikantongi, Edi kemudian memasang perangkap dengan menjaga secara sembunyi di area parkir UDINUS depan Masjid, tak lama kemudia perempuan inipun melangsungkan aksinya, diam diam dia merambat ke salah satu motor lalu dengan cepat dia mengambil helm dan kemudian di letakan di jok motornya.

Edi cepat tanggap ia mencegat mahasiswa ini kemudian meminta tolong dengan alih-alih minta diantar ke BIAK gedung A. Karena mahasiswa ini pun juga sudah kenal baik dengan dirinya maka tak sungkan untuk mengantar Edi ke BIAK. Setelah sesampainya di BIAK, seketika langsung menayakan soal helm didepan para satpam yang ada disana, awalnya tidak mau ngaku, setelah didesak untuk jujur dan memperlihatkan bukti yang ada mahasiswa perempuan ini pun akhirnya jujur. Berkat aksinya ini Edi dikenal sebagai pahlawan gedung biru. Teman-teman se-kerjannya salut atas aksinya yang berani.

     Menurut nya itu sudah menjadi tanggung jawa dari tugas yang diberikan, dirinya juga senang dapat menangkap pelaku pencurian helm, menurutnya semua pekerjaan pasti memiliki resiko , seperti harus merapikan sepeda motor yang parkir sembarangan, mengatasi kejengkelan mahasiswa karena tidak kebagian parkir, termasuk menjaga fasilitas mahasiswa seperti helm. Dirinya sangat sabar dan melakukan nya dengan senang hati meski terpampar sinar mathari yang terik dan harus basah-basahan ketika hujan turun. Biarpun gaji tidak seberapa namun, tetap bekerja untuk menafkahi keluarganya. Harapan kedepannya beliau ingin lebih banyak lagi penambahan lahan parkir di Udinus. Dan dari cerita nya ini saya menilai dirinya adalah orang yang lugu dan sabar serta baik dan mau bekerja keras untuk hidup keluarganya. Jika kita lihat lagi bagaimana kalo orang-orang seperti dirinya tidak ada untuk membantu mahasiswa memarkirkan kendaraan serta menjaga fasilitas ? pasti kita semua akan kesusahan.. Maka dari itu kita patut menghargai segala bentuk pekerjaan biarpun hanya seorang tukang parkir sekalipun kita tetap harus mengapresiasinya karena tanpa mereka kita tidak akan terbantu. Dan pekerjaan  mereka juga termasuk pekerjaan yang terpuji sehingga mereka juga disebut pahlawanBeralih ke Irfan, Irfan ini adalah teman kerja Edi dia sudah bekerja di Udinus sekitar 2 tahun ia berumur 26 tahun dan juga sudah berkeluarga, Menurut Irfan sosok Edi orang nya asik bisa di ajak bercanda, ering mereka temui suka duka bekerja di Udinus, dimana dukanya itu disalahkan mahasiswa karena melecetkan kendaraan, barang hilang di dasbor motor dan lain lain. Berbeda dengan Irfan, menurut penuturan Dwi Pamungkas ketika ditanya soal teman yang paling sering bersama, dia menjawab yang menemaninya adalah Mas Edi makan bersama, keluar bersama, bahkan dirinya sering berkunjung kerumah Edi. Edi adalah sosok yang mengispirasinya didalam pekerjaan. Ia seorang yang sabar, dan selalu tersenyum dan juga sosok yang dermawan, dirinya juga dikenal orang yang paling bisa mencairkan suasana di tempat kerja. Ketika yang lain sudah mulai lelah dan emosi, Edi lah yang menghibur teman-temannya agar tidak patah semangat ketika bekerja. Menjadi pengatur parkir dan menjaga keamanan kendaraan bukanlah hal yang mudah, seringkali mahasiswa parkir sembarangan hal inilah yang menyebabkan parkiran menjadi penuh. Banyak mahasiswa tidak memperdulikan hal ini, mahasiswa parkir seenaknya, mereka menganggap merapikan kendaraan adalah tugas Mas Parkir, padahal tidak, mahasiswa seharusnya membantu dengan hanya merapikan barisan parkir, dengan begitu saja sudah membantu para petugas parkir. Kembali lagi dengan sosok Edi, secara terang-terangan Dwi mengatakan dari semua teman-temannya yang paling baik adalah Edi. Ia orang yang baik, selalu menyemangati saya ketika saya sudah mulai capek dan emosi, juga pribadi yang santun, dia tidak pernah berbicara kasar ataupun yang mengandung sara, ia orang yang sangat sopan dan ramah terhadap dosen dan mahasiswa. Disisi lain, dirinya adalah seorang Bapak yang sangat menyayangi anaknya dan bertanggung jawab.

    Dari penuturan teman-temannya dapat dilihat betapa mulianya sosok Edi Sutrisno dimata teman-teman nya. Sosok yang menginsprirasi teman se-pekerjaannya yang memberikan motivasi bagi teman-temannya. Kesabaran serta kegigihannya menjadi contoh yang patut ditiru bagi kita semua.

No comments:

Post a Comment