Friday, November 1, 2019

PUTERA TERBAIK NUSANTARA




“ ... Belajarlah mengucap syukur dari hal-hal baik di hidupmu, dan belajarlah menjadi pribadi yang kuat dengan hal-hal buruk di hidupmu. – B.J Habibie ” . Satu dari sekian banyak kata mutiara yang sering dilontarkan oleh B.J Habibie sehingga dapat menginpirasi bangsa Indonesia.
Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih akrab disapa B.J Habibie lahir pada 25 Juni 1936 di Parepare, Sulawesi Selatan. Merupakan putra keempat dari pasangan Raden Ajeng Tuti Martini Puspowodjojo dan Alwi Abdul Jalil Habibie. Ayah Habibie adalah seorang ahli pertanian yang berasal dari etnis Gorontalo sedangkan ibunya beretnis Jawa yang merupakan anak dari spesialis mata.
 Habibie kecil  memiliki hobi berkuda dan membaca serta tak lupa ia juga selalu membacakan ayat suci Al-qur’an setiap hari. Dari kebisaan tersebut, habibie dapat membaca Al-qur’an dengan fasih pada usia 3 tahun. Maka tak heran jika sejak kecil BJ Habibie dikenal sebagai anak yang cerdas.
Kecerdasan Habibie berhasil mengantarkannya kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang kala itu bernama Universitas Indonesia Bandung. Jurusan Teknik Mesin menjadi tempatnya menimba ilmu kala itu. Setahun kemudian, Habibie memutuskan untuk melanjutkan studi di Aachen, Jerman Barat. Sang ibulah yang membiayai kuliahnya sebelum akhirnya pemerintah menggelontorkan beasiswa. Di kampus barunya, Habibie memilih untuk mengambil teknik penerbangan, tepatnya tentang konstruksi pesawat terbang. Sepuluh tahun pun dihabiskan untuk menuntut ilmu. Gelar diploma akhirnya berhasil diraih dari Rhein Westfalen Technische Hochschule (RWTH) pada 1960.
 Kemudian ia melanjutkan kuliahnya lagi untuk mendapatkan gelar doctor dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean. Begitu meraih gelar doctor ingenieur pada 1965, Habibie langsung mendapat pekerjaan di Perusahaan Penerbangan Messerschmitt Bolkow Blohm (MBB). Di perusahaan yang berkantor utama di Hamburg Jerman ini, Habibie mengawali karir sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktur Pesawat Terbang. Empat tahun berselang, Habibie mendapat kedudukan sebagai Kepala Divisi Metode dan Teknologi dalam industri pesawat militer dan komersial. Lagi-lagi dalam empat tahun, Habibie kembali mendapat jabatan baru.
Kinerjanya membuat dia dipercaya menjadi Direktur Teknologi merangkap Vice Presiden di perusahaan tersebut selama lima tahun. Dia menjadi satu-satunya orang Asia yang dipercaya sebagai Vice President di MBB. Tak lama kemudian, Habibie mendapat kedudukan sebagai Penasihat Senior bidang teknologi pada 1978. Memiliki karir cemerlang di MBB tidak membuat Habibie lupa dengan tanah air. Pada 1968, sebanyak 40 insinyur Indonesia berhasil mendapat pekerjaan di MBB berkat rekomendasinya.
Rupanya hal itu dilakukan untuk mempersiapkan sumber daya jika sewaktu-waktu menciptakan produk kedirgantaraan di Tanah Air. Kecerdasan Habibie di dunia penerbangan dibuktikan dengan keberhasilannya membuat pesawat terbang pertama buatan Indonesia, N250 Gatot Kaca. Pesawat yang sudah didesain sedemikian rupa ini mampu terbang tanpa mengalami oleng berlebihan, atau istilah penerbangannya dutch roll. Desain awal pesawat itu dibuatnya selama lima tahun. Teknologi yang ditanamkan pun dirancang untuk tetap eksis hingga 30 tahun ke depan. Pesawat ini menjadi satu-satunya pesawat turboprop yang mengaplikasikan teknologi fire by wire.
Bahkan pesawat yang dibuatnya sudah terbang 900 jam dan tinggal sejengkal untuk sertifikasi Federal Aviation Administration (AFF). Tetapi sayangnya, saat krisis moneter melanda Indonesia pada 1996 hingga 1998, PT IPTN yang membawahi proyek itu tiba-tiba dihentikan oleh Soeharto. Selain itu, adanya syarat agar proyek dihentikan demi mendapat bantuan dari International Monetary Fund (IMF) juga membuat mimpi Habibie terhadap N250 Gatot Kaca kandas. Ketertarikannya mengenai rancangan pesawat terbang ini menghasilkan “Rumus Faktor Habibie” yang digunakan untuk menghitung keretakan hingga ke atom pesawat sekaligus. Tak heran jika B.J Habibie dikenal sebagai ilmuwan dan dianggap sebagai putra terbaik yang dimiliki Indonesia.

Nama : Refida Tian Rahmadani
NIM : A15.

No comments:

Post a Comment