Rasisme cara suatu sistem menentukan pencapaian budaya atau individu
bahwa suatu ras tertentu dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.Rasis
sendiri berasal dari kata rasial artinya berdasarkan ciri fisik, ras, bangsa,
suku bangsa seperti warna kulit dan lain sebagainya.
Kata "rasisme" pertama
kali digunakan secara umum pada 1930-an. Fenomena rasisme sebenarnya sudah
muncul jauh sebelumnya. Pengertian rasisme itu sendiri selalu berubah.
Tribalisme, xenofobia, keangkuhan dan prasangka serta permusuhan dan perasaan
negatif terhadap satu kelompok etnis atau bangsa yang lain kadang diiringi
dengan sikap brutal sering kali dihubungkan dengan rasisme.
Saya tekankan lagi, Rasisme
adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan
bilogis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau
individu - bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk
mengatur yang lainnya.
Rasisme Nazi
menimbulkan pembantaian dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Selama Perang Dunia II, pimpinan Nazi memulai apa yang mereka sebut
"bersih-bersih etnis" di kawasan Timur, yang meliputi Polandia dan
Uni Soviet, yang didudukinya. Kebijakan ini mencakup pembantaian dan pemusnahan
ras yang disebutnya "ras" musuh melalui genosida terhadap kaum Yahudi
Eropa dan penghancuran pimpinan bangsa Slavia. Kaum Nazi yang rasis memandang
penyandang cacat fisik dan mental sebagai bahaya biologis bagi kemurnian ras
Arya. Setelah merencanakan dengan cermat, dokter-dokter Jerman mulai membunuhi
orang-orang cacat di berbagai lembaga penampungan di seluruh Jerman dalam
operasi yang mereka perhalus dengan istilah "eutanasia."
Dimulai dengan munculnya pandangan
dan sikap antisemitisme, buku ini menelusuri penyebaran pikiran-pikiran rasis
saat mulai maraknya ekspansi bangsa-bangsa Eropa dan dimulainya perdagangan
budak-budak Afrika. Abad Pencerahan dan berkembangnya nasionalisme memberikan
konteks baru dalam perdebatan menyangkut segi-segi rasisme ini. Dengan
penguasaan yang luar biasa, George Fredrickson menyajikan sejarah rasisme di
Barat dari kemunculannya di akhir Abad Pertengahan hingga saat ini. Jika melihat dari sejarah
tentang Rasisme di atas, apa yang terjadi dengan konflik yang ada di Wamena hal
tersebut masuk dalam kategori Rasisme, pasalnya penduduk Papua ada yang
dikatakan monyet, hitam, dan hinaan hinaan lainya.
Sebenarnya Rasisme bisa dihapuskan, pasalnya Rasisme itu merusak
persatuan bangsa. Merusak persaudaraan yang ada. Lalu bagaimana caranya
menghapuskan faham rasisme? Caranya mudah. Kita saling menguatkan rasa
toleransi dan persaudaraan, kita jangan pernah menyebutkan kekurangan dari
teman – teman kita yang berbeda ras dengan kita. Selain itu belajarlah
mengucapkan hal kata – kata positif. Dengan membiasakan diri seperti itu kita
mampu menghapuskan faham Rasisme. Agar nantinya Indonesia bahkan seluruh Dunia
dapat hidup damai dengan menunjung tinggi rasa persaudaraan.
Pada
kesimpulannya, gak ada kelebihan yang kita dapat dalam melakukan Rasisme, tidak
ada untungnya juga kita mengejek kawan kita, hal tersebut hanya menambah lawan
dan mengurangi pertemanan. Akibat dari Rasisme sendiri kita akan hanya
menimbulkan kerusuhan yang terjadi, membuat tali persaudaraan terputus, dan
membuat segalanya menjadi buruk. Tetaplah lakukan hal yang positif dan biasakan
berkata – kata hal positif.
Siapapun
pelaku rasisme, dan masyarakat Indonesi, sebaiknya membiasakan diri mengatakan
hal positif kepada siapapun. Ya seperti yang saya bilang sebenarnya Rasisme bisa dihapuskan, pasalnya Rasisme itu merusak
persatuan bangsa.
Merusak
persaudaraan yang ada. Lalu bagaimana caranya menghapuskan faham rasisme?
Caranya mudah. Kita saling menguatkan rasa toleransi dan persaudaraan, kita
jangan pernah menyebutkan kekurangan dari teman – teman kita yang berbeda ras
dengan kita. Selain itu belajarlah mengucapkan hal kata – kata positif. Dengan
membiasakan diri seperti itu kita mampu menghapuskan faham Rasisme. Agar
nantinya Indonesia bahkan seluruh Dunia dapat hidup damai dengan menunjung
tinggi rasa persaudaraan.
Ananta Bagus Puja Irawan (A15.2018.01074)


No comments:
Post a Comment