A15.2018.01071
Ganjar Pranowo Temui Para Mahasiswa Di Depan DPRD Jawa Tengah
SEMARANG, UDINUS – Ganjar
Pranowo, Gubernur Provinsi Jawa Tengah menemui demonstran yang mengatasnamakan
Aliansi Semarang Raya yang didominasi oleh kalangan mahasiswa dari berbagai
universitas yang ada di daerah Semarang – Salatiga di depan Gedung Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah. (Selasa, 24/09/19)
Pada kegiatan
tersebut Ganjar memberikan pernyataan bahwa akan menyampaikan sejumlah pendapat
dan aspirasi yang diungkapkan para mahasiswa kepada pemerintah pusat yaitu
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden. Diantara tuntutan para
mahasiswa yang diutarakan pada aksi demo tersebut adalah; tolak RUU KPK, tolak
RUU Perairan, RUU pertanahan, tolak RKUHP, RUU kas, dan berbagai RUU lainnya
yang dianggap tidak relevan dengan makna reformasi dimana RUU tersebut
terindikasi hanya mengedepankan kepentingan pihak pejabat bukan memihak kepada
rakyat.
Aksi demo tersebut
dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Tampak sejumlah mahasiswa berkumpul di sekitar
pelataran Universitas Diponegoro, Pleburan, Semarang. Kemudian disusul oleh
mahasiswa – mahasiswa lain dari penjuru Kota Semarang dan Kota Salatiga. Mayoritas
demonstran mengenakan pakaian hitam dan jas almamater masing – masing
universitas. Mereka membawa spanduk dan papan – papan bertuliskan keresahan
mereka kepada wakil rakyat dan jajaran pemerintah lainnya yang dinilai
mengalami kebobrokan kinerja dalam mengelola dan mereformasi Negara Kesatuan
Republik Indonesia ini.
Pada aksi yang
dihadiri lebih dari ribuan mahasiswa tersebut sempat terjadi kerusuhan yang
mengakibatkan gerbang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat roboh terdorong kerumunan
mahasiswa yang tidak ditanggapi secara segera oleh pihak pemerintah daerah
tersebut. Tidak hanya merobohkan pagar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Jawa Tengah, dalam aksi demo tersebut para demonstran turut menyebabkan
kerusakan sejumlah taman dan fasilitas umum yang ada di sekitar gedung Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah tersebut. Namun hal tersebut tidak hanya
semata – mata karena rasa kesal para mahasiswa saja namun perlu diketahui bahwa
apa yang terjadi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah
tersebut adalah disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang sangat kontroversial
di mata rakyat. Salah satunya adalah dengan pemasangan kawat dan brikade oleh
aparat kepolisian yang menyebabkan sejumlah mahasiswa terluka yang kemudian
menyulut amarah massa sehingga mulailah saling dorong mendorong antara
mahasiswa diarahkan pada pagar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa
Tengah agar mereka dapat mengakses masuk ke gedung tersebut. Hal inilah yang
disoroti oleh Ganjar dan membuat sang gubernur menyampaikan rasa kekecewaannya
pada saat berbicara di atas podium demonstran yang berujung dengan ajakan
membersihkan tempat demo di keesokan harinya.
Selang beberapa
saat setelah gerbang dirobohkan, Kapolrestabes Kota Semarang memasuki kerumunan
mahasiswa sambil menyampaikan kepada mereka untuk tetap tenang dan bersabar
karena bapak gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan segera menemui mereka di
lapangan aksi siang hari itu juga. Tak lama, datanglah gubernur Jawa Tengah,
Ganjar Pranowo dengan kawalan aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia menuju
kerumunan massa tersebut. Demonstran pun memberi jalan untuk gubernur Jawa
Tengah, Ganjar Pranowo agar dapat menaiki podium yang telah dilengkapi dengan
pengeras suara yang dapat memancarkan suara kepada seluruh pendemo siang hari
itu.
Ganjar Pranowo,
Gubernur Jawa Tengah itu membuka orasi singkatnya dengan menyampaikan salam
kepada para mahasiswa. Kemudian langsung memberikan pernyataan bahwa beliau
akan menyampaikan pesan apapun yang dibawa oleh para mahasiswa. Awalnya beliau
mengundang perwakilan demonstran untuk masuk ke ruangan beliau dan membicarakan
hal ini dengan seksama. Namun para mahasiswa menolak dan menginginkan Ganjar
tetap berada di tengah aksi kemudian menandatangani surat bermaterai yang telah
ditulis oleh para mahasiswa.
No comments:
Post a Comment