Muhammad
Mahaffie A.M
A15.2018.01142
A15.2018.01142
SUCIWATI MASIH MENCARI DAN TETAP BERANI
Munir Said Tholib adalah salah seorang aktivis HAM yang cukup terkenal di era setelah reformasi selain karena beliau sering mengusut kasus pelanggaran HAM diindonesia,Beliau menikah pada tahun 1996 dan sudah dikaruniai 2 orang anak. Munir meninggal diudara tepatnya tanggal 7 September 2004 di pesawat Garuda GA-974 kursi 40 G dalam penerbangan menuju Amsterdam belanda. Dimana munir mendapatkan beasiswa dan kemudian melakukan sebuah perjalanan untuk melanjutkan study nya yang berada dibelanda tepatnya di Universitas Utrech. Dari hasil otopsi forensik belanda menyatakan bahwa penyebab kematian Munir adalah adanya racun artesik dimakanan. Suciwati selaku istri munir tidak menyangka ,padahal sebelumnya Suciwati sempat mengantar munir di Bandara Soekarno-Hatta,sebelum itu mereka sempat saling menukar senyum manis ketika Munir hendak terbang untuk melanjutkan study-nya.
Setelah diusut hakim menyatakan bahwa Pollycarpus telah terlibat dalam kasus pembunuhan Munir, seorang pilot maskapai Garuda dan kemudian terdapat mantan Deputi Penggalangan Badan Intelijen Negara yaitu Muchdi PR seorang Mayor Jendral Kopassus yang juga terlibat dalam kasus pembunuhan Munir. Pada tahun 2005 Pollycarpus bebas bersyarat dan pada Desember 2018 Muchdi PR dibebaskan dari dakwaan pembunuhan kasus Munir,hal ini sontak menjadi sorotan publik,Kominisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM kemudian membentuk eksaminasi publik atas kasus vonis bebas Muchdi PR oleh Pengadilan Negeri jakarta selatan,Hal ini dilakukan Komnas HAM karena pembunuhan terhadap Aktivis HAM Munir jelas telah menciderai penegakkan hukum. Banyak yang menduga kalau mereka berdua adalah hanya sebuah alat yang digunakan oleh pembunuh sebenarnya agar kasus ini tidak terungkap tuntas. Melihat itu semua tentu saja Suciwati tidak puas dengan hasil tersebut. Beliau,tidak kecewa akan tetapi di Indonesia yang dikenal sebagai negara hukum dan demokrasi malah sulit untuk mencari keadilan dan kebenaran.
Sejak saat itu suciwati selaku istri munir selalu memperjuangkan agar kasus ini tuntas dan otak dibalik pembunuhan aktivis HAM ini terungkap. Tanpa lelah ia terus mengawal kasus ini agar terdapat keadilan untuk Munir.Suciwati juga sempat melakukan gugatan kepada PT.Garuda Indonesia untuk membuat audit agar jangan lagi ada orang-orang yang masuk untuk mempunyai ruang agar bisa melakukan kejahatan dan perlindungan dimaskapai garuda sendiri harus lebih jelas. Pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dibentuk Tim Pencari Fakta lewat pres 2 kali kemudian diperpanjang,akan tetapi tidak dilanjuti secara serius dalam arti dikepres ada pasal yang menunjukan bahwa setelah selesai hasil penyidikan TPF seharusnya dipublikasikan hasilnya tetapi sampai selesaipun hasiilnya tidak dipublikasikan.
Kemudian pada masa pemerintahan sekarang ini,pada tanggal 22 September 2016 lalu sudah mengumpulkan pakar hukum dan HAM, Kemudian berjanji dan menginstruksikan Mahkamah Agung agar menuntaskan kasus ini yang berhenti dimasa pemerintahan yang sebelumnya. Namun,pernyataan pemerintah tidak dibarengi dengan surat perintah untuk mengerjakan dan menyelesaikan kasus kematian Munir. Dengan alasan mereka tidak memiliki dokumen yang dimaksud untuk melanjutkan penyelidikan. Ini sebetulnya sudah ada ruang dimana pemerintah bekerja untuk mengusut kasus ini tetapi sama saja keluarga selalu menemui tembok untuk mengetahui siapa sebenarnya dalang dibalik kasus Munir. Suciwati ingin adanya sebuah kejujuran terkait kasus ini sudah banyak waktu yang dikuras agar kasus ini tuntas,dan ketika keadilan serta kebeneran dijunjung tinggi beliau mengira bahwa kasus Munir ini sangat mudah untuk diketahui siapa otak dari semuanya.
Sampai saat ini Suciwati selalu mengawal kasus pembunuhan Munir dengan cara mengikuti aksi kamisan. Aksi kamisan sendiri merupakan aksi damai atau aksi menolak diam ada sejak 18 januari 2007 dari para korban maupun keluarga pelanggaran HAM di Indonesia. Sampai sekarang sudah 600 kali aksi kamisan diadakan dan suciwati selalu berdiri meminta keadilan untuk suaminya. “Suciwati sampai sekarang mencari keadilan,tapi ternyata tidak mudah walaupun negara kita negara hukum dan suciwati menurut saya adalah orang yang berani dan energik karena 15 tahun sudah ia mengawal kasus pembunuhan terhadap suaminya” Tanggapan mas ghifar aktivis yang mengikuti aksi kamisan disemarang tentang perjuangan suciwati terkait pembunuhan munir. Munir saat ini sudah tiada akan tetapi sudah tumbuh semangat munir dijiwa pemuda indonesia.
No comments:
Post a Comment