Monday, November 4, 2019

Tape Tepian




Nama​       : Sahmafella Rizkania
NIM         A15.2018.01271
Kelompok: A15.9306

 














Tape Tepian
Tidak ada yang berubah. Walau zaman terus berganti, pemimpin berganti, kebijakan berubah setiap periodenya, namun kehidupan kaum kecil hampir tidak pernah berubah.
Kondisi inilah yang tergambar dari para pedagang kecil di pinggiran jalan. Kehidupan mereka nyaris tidak pernah berubah, dari tahun ketahun. Pada sore hari menjelang petang,saat saya dan teman saya sedang mengunjungi sebuah toko pernak pernik di jalan pemuda Semarang.


Ketika itu di pinggiran toko toko yang berderet di jalan pemuda saya melihat kakek yang sudah renta sedang menjajakan barang dagangannya. Beliau sesekali saya liat sedang bengong sambil menunggu ada pembeli dagangannya yaitu tape singkong. Kadang-kadang menatap saya sambil tersenyum saat saya makan di sebelah. Saya melihat bapaknya sangat lelah sekali tapi beliau masih tetap semangat menjualkan tape singkongnyaSaat saya menghampiri kakek penjual tape yang bertopi dan tidak beralas kaki itu beliau tersenyum dengan tersenyum lirih.
Hanya terlintas begitu saja. Tetapi, entah.... apa arti yang tersembunyi dalam senyum itu. Bisa jadi senyum senang, senyum haru, senyum karena menahan sesuatu atau senyum yang menyembunyikan sisksa batin. Dan sekali lagi tersenyum kecil. Sedikit berbincang-bincang dengan beliau,yang bertempat tinggal di Purwodadi. Beliau telah berjualan tape singkong selama 50 tahun kurang lebihnya. Dan ketika dagangannya masih tersisa banyak,kakek asal Purwodadi itu beristirahat di pinggiran Pasar Kranggan dan kembali ke tempat asalnya saat tape singkongnya sudah habis. Tetapi yang saya salut,ketika raut muka saya mengatakan iba kepada beliau, beliau menjawab dengan senyuman yang begitu lirih.
Di usia yang terbilang tua, semangat kakek asal Purwodadi ini masih sangatlah besar. Walaupun dengan keterbatasan fisik dia tetap bekerja walaupun pendapatannya yang tidak seberapa dari hasil ia berjualan tape singkong, hal itu tidak membuat beliau gentar untuk melakoni kehidupan. Karena dia yakin bahwa usaha dan doanya itu tidak akan menjadi sia-sia.
Semangat hidup yang dimiliki oleh kakek ini perlu dicontoh oleh para kaum muda generasi penerus bangsa. Seperti beliau yang selalu berusaha dengan keras untuk memenuhi kehidupannya dan tidak bergantung kepada orang lain. “Belajar mandiri, syukuri apa yang telah kita punya sekarang dan jangan lupa berdoa kepada Yang Maha Kuasa".
Langkah dan niat kakek penjual tape singkong saat hendak akan berjualan selalu diiringi dengan doa dan harapan. Beliau tak berhenti berharap, “Rezeki pintunya bisa dari mana saja,tidak ada yang tahu. Yang penting tetap berdoa dan berusaha untuk keluarga saya disana" ujar kakek.
Tuhan akan membantu dan tak akan memberikan beban yang tak sanggup ditanggung oleh hambanya. Maka dari itu kakek asal purwodadi itu yakin bahwa dengan beliau berjualan tape singkong merupakan pekerjaan yang halal dan akan membawa rezeki baginya.

No comments:

Post a Comment