Ada
banyak pilihan di dunia ini,salah satunya yaitu pekerjaan. Suatu kesibukan yang
setiap orang pasti membutuhkan. Beberapa menyebutnya sebagai cita cita,sebuah
pencapaian yang sudah direncanakan sejak lama,kemudian diperjuangkan dengan
berbagai macam cara. Setiap orang tentu memiliki cara pandang tersendiri dalam
menjalani hidupnya masing masing,memilih dan mendapatkan pekerjaan yang berbeda
beda. Ada yang menentukan pekerjaan berdasarkan keinginan orang tua,ataupun
keinginan sendiri. Ada yang menjalaninya dengan penuh rasa terpaksa atau dengan
senang hati.
Agus
Riswanto,adalah salah satu dari beberapa orang yang menentukan pekerjaan
berdasarkan kenyamanan. Pria 40 tahun ini, beberapa waktu yang lalu adalah
seorang perawat dan sudah membuka klinik kesehatan sendiri, kemudian yang cukup
mengejutkan, Agus lebih memilih menjadi seorang petani. Banyak yang
menyayangkan keputusannya ini, terutama warga sekitar yang sudah sering berobat
di kliniknya. Apalagi, di Dusun Maron,Desa Pesalakan,salah satu Desa yang
merupakan bagian dari kabupaten Batang, profesi ini masih sangat jarang dan
sangat dibutuhkan. Agus tak menyayangkan waktu dan biaya yang sudah dikeluarkan
semasa prosesnya dulu untuk menjadi perawat. Ia menganggap semua yang sudah
dilewati adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan pengalaman. Tidak ada yang
perlu di sesali, justru ia merasa lebih nyaman dengan profesinya saat ini.
Wahyu
Eko Wati,atau sering disapa Ika adalah perawat berusia 38 tahun yang merupakan
istri Agus, adalah salah satu orang yang tak pernah mempermasalahkan keputusan
suaminya. Keduanya saling mengerti dan memahami,mengarungi rumah tangga dan
sudah dikaruniai dua anak, dimana putra pertama yang mereka beri nama Muhammad
Gusti Alfath yang sekarang sudah menginjak usia 7 tahun,dan putri mereka
Kinanthi yang sekarang ini menginjak usia 4 tahun. Keduanya tumbuh menjadi anak
yang manis,sopan dan pintar,itu karena Agus dan Ika selalu memberikan
pendidikan terbaik untuk putra putrinya. Kelak saat besar nanti,Agus dan Ika
tak pernah memaksa anak anaknya untuk menjadi apa yang mereka inginkan, Alfath
dan Kinan bebas menjadi apa yang mereka inginkan,selama itu profesi yang baik.
Sejalan dengan mindset Agus,semua pekerjaan baik,dan setiap orang bebas menjadi
dirinya sendiri dalam pekerjaan yang mereka pilih.
Berbeda
dengan kedua adiknya, Anik Indriono yang merupakan adik pertama Agus yang di
usianya 37 tahun saat ini berprofesi sebagai dosen di salah satu perguruan
tinggi di Kota Pekalongan,dan Herlina Hastuti adik keduanya yang usianya kini
31 tahun berprofesi sebagai guru taman kanak kanak di Desa Pesalakan Kecamatan
Bandar Kabupaten Batang. Tiga saudara ini masing masing sudah berkeluarga dan
mempunyai keturunan,ketiganya sama sama pernah memempuh perguruan tinggi,orang
tua mereka memang peduli akan pendidikan bagi anak anaknya. Meski profesi Agus
seakan berbeda sendiri,namun beruntungnya setiap anggota keluarga Agus adalah
orang orang yang mau dan mampu saling memahami. Semuanya tetap baik baik
saja,meski awalnya pasti ada sedikit perselisihan.
Hari
harinya dengan profesi yang baru ia jalani dengan semangat baru pula. Pergi ke
sawah,menanam sayur sayuran dan berbagai macam buah buahan. Agus mengaku,sudah
tertarik dengan dunia pertanian dan dunia usaha sejak dulu,namun baru akhir
akhir ini ia memikirkan panggilan hatinya itu. Setiap pekerjaan memang
mempunyai resiko dan kelebihannya masing masing. Jika saat menjadi perawat,ia
mempunyai gaji yang tetap dan terbilang cukup,berbeda dengan membangun
usaha,pendapatannya memang tidak tetap. Tapi menurutnya kesempatan berekpresi
dan bertindak sesuai keinginan sendiri lebih besar. Tidak tetap memang
pendapatan sebagai petani,tapi ia punya kesempatan mendapatkan hasil yang lebih
besar dibandingkan saat menjadi perawat. Pandangan orang orang sekitar juga
tentu saja sudah berbeda,banyak orang lebih menghormati seseorang yang memiliki
pangkat,tapi Agus tak memerlukan itu. Hidup dengan menjadi diri sendiri lebih
berharga dibanding dengan pandangan orang lain.
Sampai
saat ini ia semakin mengembangkan usahanya di bidang pertanian,beberapa pemuda
yang belum mempunyai pekerjaan,ia ajak menjadi karyawan. Salah satu tujuannya
juga,mengurangi pengangguran lewat kegiatan usaha yang ia ciptakan. Sama sekali
tak ada penyesalan dalam diri Agus,justru ia lebih sangat menikmati profesinya
yang sekarang. Harapannya,usahanya semakin berkembang dan semakin banyak yang
bisa diuntungkan dengan memperbaiki perekonomian sekitar dan mengurangi
pengangguran.
Penulis : Retno Diah
Islamiati (A15.2018.01306)









