Friday, November 8, 2019

BIDADARI KEAMANAN UDINUS

 IDHAM HERLAMBANG
A15.2018.01270
A15.9310


BIDADARI KEAMANAN UDINUS

Dalam kehidupan, memilih pekerjaan adalah suatu yang sangat sulit dilakukan, kadang kala kita bingung dengan apa yang kita lakukan. Begitupula dengan mimpi, semua orang bebas berangan-angan dalam hal apapun. Akan tetapi, jika mimpi itu ingin terwujud tentu kita harus berusaha untuk meraihnya. Hidup tanpa mimpi bagaikan perjalanan tanpa tujuan.
Seorang wanita berusia 45 tahun ini adalah sosok seorang satpam yang sangat baik dan rendah hati. Wanita tersebut bernama arianty. Kelahiran Semarang, 2 Januari 1974, yang sekarang tinggal di kaliwungu Kendal. Walaupun jarak rumahnya yang sangat jauh dengan pekerjaannya, tetapi tak melunturkan semangat untuk terus bekerja.
Wanita tersebut lebih dikenal para mahasiswa dengan nama ibu ari. Dengan sikapnya yang ramah tamah kepada siapapun, membuatnya dikenal sebagai satpam perempuan yang baik hati.
1 April 2013 tepatnya enam tahun silam, arianty bersama dengan tiga satpam wanita lainnya yaitu rini, ajeng, dan ambar memulai perjalanannya sebagai satpam di udinus. Memang pada umumnya pekerjaan satpam biasanya dikerjakan oleh laki-laki, tetapi menurut ari sendiri pekerjaan ini membuatnya nyaman akan tetapi tetap pada tanggung jawab yang besar.
Pada awalnya ari memulai karir sebagai satpam di salah satu perusahaan garmen ibukota Jakarta selama kurang lebih tiga tahun. Setelah bekerja selama tiga tahun dan sudah mulai berpengalaman, ari memilih untuk pindah tempat ke tempat asalnya yaitu Semarang. Berhubung ari pada saat itu belum ada kerjaan, tak sengaja melihat adanya lowongan kerja di UDINUS via koran kemudian ari pun mendaftarkan diri. Dan saat itulah ari masuk bersama Rini, Ajeng, dan Ambar hingga saat ini menjaga keamanan dan ketertiban di Udinus.
Di UDINUS, pembagian kerja satpam wanita sendiri memiliki 2 sift yaitu sift malam dan sift pagi. Sift pagi sendiri dimulai pada jam 7 hingga jam 1 siang, sedangkan sift malam sendiri dimulai pada jam 2 siang hingga jam 10 malam.
Ari memilih untuk tidak keluar lagi karena dia menganggap bahwa UDINUS adalah tempat yang paling nyaman, ari juga mengatakan bahwa dosen serta mahasiswa bahkan rector UDINUS sangat bersikap baik dan ramah juga kepadanya.
Namum dibalik kenyamanannya itu, ari juga memiliki unek-unek mengenai sikap mahasiswa bandel yang tak jarang melanggar aturan seperti merokok tak pada tempatnya, padahal sudah jelas ada larangan merokok diarea tersebut.
Tak hanyak itu, pernah juga terjadi pencurian helm, yang setelah di selidiki kasus tersebut ternyata tersangkanya adalah mahasiswa UDINUS itu sendiri. Dengan adanya kekompakan dalam bekerja kasus tersebut bisa di tangani dan di selesaikan secara kekeluargaan.
Ari juga berpesan kepada mahasiswa sekarang untuk lebih meningkatkan sopan santun dan menghormati orang tua, karena orang tua ikut senang jika mahasiswa nya ramah-ramah. Seperti prinsip yang Ari pegang yaitu “ terbarkan kebaikan kepada sesama, niscaya kebaikan itu akan mengelilingi kita ”.
Perjalanannya yang sangat panjang, membuat persahabatannya dengan sesama semakin erat. Rini, teman yang paling bisa diandalkan oleh Ari. Ia berteman dengan Ari mulai dari awal bekerja menjadi satpam di UDINUS. Kurang lebih enam tahun lamanya persahabatan mereka terjalin dengan baik tanpa masalah. “ Bu Ari adalah sesosok teman yang memiliki kepribadian yang amanah dalam bekerja, serta teman curhat yang bisa menjaga rahasia dan selalu taat ibadah, ”. Rini menganggap bu Ari sebagai sahabatnya yang bisa selalu bertukar masalah serta saling memberikan solusi satu sama lain yang lebih bersifat personal.
Sementara itu, rekan lainnya yang bernama Ajeng, juga berpendapat yang sama halnya dengan Rini. “ Bu Ari itu orangnya sangat baik serta sabar, dan bawaannya selalu bahagia, walaupun dalam keadaan punya masalah sekalipun,”. Ujar Ajeng. Kemudian di lanjut lagi “selain itu bu Ari juga orangnya sangat rajin, selalu datang tepat waktu saat bekerja. Sakin rajinnya, bu Ari datang bahkan 30 menit sebelum jam kerja ataupun pergantian sift”.
Tak hanya rekan sesama satpam saja, kawanan ibu dapur yang berada di gedung rektorat juga berkata bahwa bu Ari adalah sesosok wanita yang baik dan rendah hati. Nyatanya dalam perkataan ibu dapur, bu Ari sering sekali ikut membatu pada saat-saat ibu dapur kerepotan.
Selain itu, dari dosen maupun karyawan bu Ari juga sering di mintai bantuan, entah untuk urusan pribadi maupun urusan pekerjaan. “kadang kadang kami para karyawan sering kok minta batuan kepada bu Ari, misalnya minta tolong angkat-angkat barang atau bahkan meminta tolong untuk belikan makanan. Tanpa berfikir panjang, bu Ari bersedia membantu dengan senang hati ” Ujar karyawan.
Dari hal ini kita jadi bisa belajar, bahwasannya menanam kebaikan kepada orang lain akan membuat kita jauh di baiki oleh orang orang. Serta dalam suatu pekerjaan, kerjasama dan kekompakan team akan mempermudah jalannya permasalahan ketimbang kita sendirian dalam bekerja.

No comments:

Post a Comment