IDHAM HERLAMBANG
A15.2018.01270
A15.9310
BIDADARI KEAMANAN UDINUS
Dalam kehidupan,
memilih pekerjaan adalah suatu yang sangat sulit dilakukan, kadang kala kita
bingung dengan apa yang kita lakukan. Begitupula dengan mimpi, semua orang
bebas berangan-angan dalam hal apapun. Akan tetapi, jika mimpi itu ingin
terwujud tentu kita harus berusaha untuk meraihnya. Hidup tanpa mimpi bagaikan
perjalanan tanpa tujuan.
Seorang wanita
berusia 45 tahun ini adalah sosok seorang satpam yang sangat baik dan rendah
hati. Wanita tersebut bernama arianty. Kelahiran Semarang, 2 Januari 1974, yang
sekarang tinggal di kaliwungu Kendal. Walaupun jarak rumahnya yang sangat jauh
dengan pekerjaannya, tetapi tak melunturkan semangat untuk terus bekerja.
Wanita
tersebut lebih dikenal para mahasiswa dengan nama ibu ari. Dengan sikapnya yang
ramah tamah kepada siapapun, membuatnya dikenal sebagai satpam perempuan yang
baik hati.
1 April 2013
tepatnya enam tahun silam, arianty bersama dengan tiga satpam wanita lainnya
yaitu rini, ajeng, dan ambar memulai perjalanannya sebagai satpam di udinus.
Memang pada umumnya pekerjaan satpam biasanya dikerjakan oleh laki-laki, tetapi
menurut ari sendiri pekerjaan ini membuatnya nyaman akan tetapi tetap pada
tanggung jawab yang besar.
Pada awalnya
ari memulai karir sebagai satpam di salah satu perusahaan garmen ibukota
Jakarta selama kurang lebih tiga tahun. Setelah bekerja selama tiga tahun dan
sudah mulai berpengalaman, ari memilih untuk pindah tempat ke tempat asalnya
yaitu Semarang. Berhubung ari pada saat itu belum ada kerjaan, tak sengaja
melihat adanya lowongan kerja di UDINUS via koran kemudian ari pun mendaftarkan
diri. Dan saat itulah ari masuk bersama Rini, Ajeng, dan Ambar hingga saat ini
menjaga keamanan dan ketertiban di Udinus.
Di UDINUS,
pembagian kerja satpam wanita sendiri memiliki 2 sift yaitu sift malam dan sift
pagi. Sift pagi sendiri dimulai pada jam 7 hingga jam 1 siang, sedangkan sift
malam sendiri dimulai pada jam 2 siang hingga jam 10 malam.
Ari memilih
untuk tidak keluar lagi karena dia menganggap bahwa UDINUS adalah tempat yang
paling nyaman, ari juga mengatakan bahwa dosen serta mahasiswa bahkan rector
UDINUS sangat bersikap baik dan ramah juga kepadanya.
Namum dibalik
kenyamanannya itu, ari juga memiliki unek-unek mengenai sikap mahasiswa bandel
yang tak jarang melanggar aturan seperti merokok tak pada tempatnya, padahal
sudah jelas ada larangan merokok diarea tersebut.
Tak hanyak
itu, pernah juga terjadi pencurian helm, yang setelah di selidiki kasus
tersebut ternyata tersangkanya adalah mahasiswa UDINUS itu sendiri. Dengan
adanya kekompakan dalam bekerja kasus tersebut bisa di tangani dan di
selesaikan secara kekeluargaan.
Ari juga
berpesan kepada mahasiswa sekarang untuk lebih meningkatkan sopan santun dan
menghormati orang tua, karena orang tua ikut senang jika mahasiswa nya
ramah-ramah. Seperti prinsip yang Ari pegang yaitu “ terbarkan kebaikan kepada
sesama, niscaya kebaikan itu akan mengelilingi kita ”.
Perjalanannya
yang sangat panjang, membuat persahabatannya dengan sesama semakin erat. Rini,
teman yang paling bisa diandalkan oleh Ari. Ia berteman dengan Ari mulai dari
awal bekerja menjadi satpam di UDINUS. Kurang lebih enam tahun lamanya
persahabatan mereka terjalin dengan baik tanpa masalah. “ Bu Ari adalah sesosok
teman yang memiliki kepribadian yang amanah dalam bekerja, serta teman curhat
yang bisa menjaga rahasia dan selalu taat ibadah, ”. Rini menganggap bu Ari
sebagai sahabatnya yang bisa selalu bertukar masalah serta saling memberikan
solusi satu sama lain yang lebih bersifat personal.
Sementara itu,
rekan lainnya yang bernama Ajeng, juga berpendapat yang sama halnya dengan
Rini. “ Bu Ari itu orangnya sangat baik serta sabar, dan bawaannya selalu bahagia,
walaupun dalam keadaan punya masalah sekalipun,”. Ujar Ajeng. Kemudian di
lanjut lagi “selain itu bu Ari juga orangnya sangat rajin, selalu datang tepat
waktu saat bekerja. Sakin rajinnya, bu Ari datang bahkan 30 menit sebelum jam
kerja ataupun pergantian sift”.
Tak hanya
rekan sesama satpam saja, kawanan ibu dapur yang berada di gedung rektorat juga
berkata bahwa bu Ari adalah sesosok wanita yang baik dan rendah hati. Nyatanya
dalam perkataan ibu dapur, bu Ari sering sekali ikut membatu pada saat-saat ibu
dapur kerepotan.
Selain itu,
dari dosen maupun karyawan bu Ari juga sering di mintai bantuan, entah untuk
urusan pribadi maupun urusan pekerjaan. “kadang kadang kami para karyawan
sering kok minta batuan kepada bu Ari, misalnya minta tolong angkat-angkat
barang atau bahkan meminta tolong untuk belikan makanan. Tanpa berfikir
panjang, bu Ari bersedia membantu dengan senang hati ” Ujar karyawan.
Dari hal ini
kita jadi bisa belajar, bahwasannya menanam kebaikan kepada orang lain akan membuat
kita jauh di baiki oleh orang orang. Serta dalam suatu pekerjaan, kerjasama dan
kekompakan team akan mempermudah jalannya permasalahan ketimbang kita sendirian
dalam bekerja.
No comments:
Post a Comment