NAMA :
RAMADHANI BIAS FAJARI
NIM : A15.2018.01221
TUGAS
UJIAN PRAKTIK : CREATIVE WRITING
Tukang Bengkel yang
Bercita-Cita Tinggi
Laki-laki berusia 19 tahun
ini adalah sosok seorang kakak yang mempunyai cita-cita tinggi untuk
membahagiakan kedua adiknya. Kehidupan yang berkecukupan yang ia kejar, tak
menjadikan dirinya lupa untuk membiayai sekolah kedua adiknya. Dia harus
menjalani hidup seperti ini sejak ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi dan
meninggalkannya bersama kedua saudaranya. Rido, itulah sapaan dari orang-orang
yang mengenalnya. Walau keinginannya untuk kuliah kandas di tengah jalan,
karena duka yang dialaminya dua tahun terakhir tak menjadikan semangatnya surut
untuk mencari nafkah demi menghidupi dirinya dan kedua adiknya. Keinginan yang
keras demi melihat adik-adiknya mendapat pendidikan yang layak dan mendapat
sebuah ilmu yang akan menunjang pekerjaan adalah harapan besar untuk mewujudkan
cita-citanya yang mulia tersebut.
Dia bekerja sebagai
tukang bengkel. Masa muda yang seharusnya dia habiskan untuk menuntut ilmu,
justru dia habiskan untuk bekerja. Dia tidak pernah malu dengan teman
sebayanya. Dia sadar, dia berbeda dengan mereka. Hidupnya tak semudah dengan
teman-temanya. Sedikit demi sedikit uang yang didapat dari bekerja dikumpulkannya.
Dari uang itulah Rido dapat menyekolahkan kedua adiknya dan mencukupi kebutuhan
hari-harinya. Meski ia sadar bahwa uang yang dia dapatkan mungkin tak akan
cukup untuk menyekolahkan adiknya sampai perguruan tinggi, tapi dia terus
bekerja keras. Hampir setiap harinya dia habiskan untuk bekerja. Setiap pagi
dia berangkat cepat dan pulang larut malam. Senyum kedua adiknya membuatnya
semakin kuat untuk hidup. Kedua adiknya selalu setia menunggunya pulang ke
rumah yang merupakan peninggalan satu-satunya orang tuanya. Ayahnya yang sudah
rela meninggalkan mereka, tak pernah datang sekalipun melihat keadaan mereka.
Hanya tetangga yang kadang kasihan kepada mereka yang selalu memberinya
beberapa makanan untuk tetap hidup.
Kesulitan yang
dialaminya memang sangatlah besar. Biaya hidup dan biaya sekolah kedua adiknya
yang semakin tinggi membuat Rido sesekali hutang ke tetangganya untuk membayar
biaya sekolah adik-adiknya. Tapi hal itu tak membuat semangatnya
surut. Meskipun dia harus bekerja keras dan menghidupi kedua adiknya sendiri,
dia tetap tegar. Karena dia yakin sebuah perjuangan yang keras tak akan dibayar
murah kelak.
Sampai pada suatu hari, pemiliki bengkel tempatnya
bekerja sangat prihatin dengan keadaan mereka. Rido dan adiknya diangkat
sebagai anak dan kemudian diminta tinggal bersama keluarga tersebut. Rido
menerimanya, tapi tak membuat dia lupa diri bahwa dia tetap harus bekerja
sebagai balasan karena telah menjadikan dia dan kedua adiknya sebagai keluarga.
Bukan hanya itu, keinginannya yang sempat kandas di tengah jalan akhirnya
diberikan jalan. Berkat kerja kerasnya dan kasih sayang dari keluarga
barunya,Rido bisa melanjutkan kuliahnya dan akhirnya menjadi seorang yang
sukses. Kesuksesan dari sebuah perjuangan besar yang hanya dengan bekerja sebagai
“Tukang bengkel” mampu mewujudkan cita-cita seorang Rido, sekaligus untuk
menyediakan pendidikan yang luar biasa untuk adik-adiknya dan sebagai
balas jasa kepada keluarga baru yang telah menjaga dan menyayanginya.
No comments:
Post a Comment