Penjaga
Palang Pintu Kereta Demi Keselamatan
NAMA: Dwi indah manfaati
Senin, 4 November 2019
Nim: A15.2016.00495
Tugas Ujian Praktik: Creative Writing
Penjaga
Palang Pintu Kereta Demi Keselamatan
Di tengah keramaian hirup pikuk
perkotaan terdapat salah satu yang sangat menginspirasi dan memiliki hati yang
tulus untuk keselamatan manusia lainya. Tepat nya di Kabupaten Brebes ada
seorang peria setengah parubya dengan menggunakan seragam andalanya dan ropi
hijau, justru sibuk dengan tugas nya untuk mengatur dan menjaga palang pintu
kereta. Beliau merupakan seorang penjaga
palang pintu kereta api di Kabupaten Brebes Jawa Tengah,beliau adalah Bapak
Muhammad Aji 40 tahun, bapak aji merupakan sosok orang yang sangat
menginspirasi berkat beliau para pengendara bermotor ataupun mobil dapat
terselamatkan saat melewati rel kereta api.
Pekerjaan beliau sangat mengancam
keselamatan orang-orang tanpa adanya beliau kemungkinan besar banyak terjadi
kecelakaan. Beliau telah berkerja sebagai penjaga palang pintu kereta sudah 13 tahun
dari sebelum menikah sampai memiliki dua orang anak” Saya berkerja disini bukan
hanya mendapatkan gajih tetapi saya berkerja disini ingin menjaga keselamatan
orang-orang dan mengurangi jumblah tingkat kecelakaan yang sering terjadi, saya
tidak ingin melihat atau mendengar kecelakaan karena tidak adanya penjaga
palang pintu kereta” ujar beliau sambil tersenyum.
Tingkat kecelakaan di Indonesia sering
kali terjadi baik kecelakaan lalulintas ataupun lainya, namun untuk khasus
kecelakaan kereta api sering kali terjadi dikarenakan kuangnya penjaga palang
pintu di setiap jalur yang ada. Hamper setiap hari beliau menjaga palang pintu
tersebut sampai-sampai jarang sekali
pulang kerumah dikarenakan pekerjaan yang beliau jalani tidak bias di tinggal
lama-lama.
Diusianya yang sudah tak lagi muda,
bapak aji berharap kedepannya ada yang meneruskan niat baiknya membantu
masyarakat untuk tetap menjaga perlintasan kereta api yang telah ia buat.
Pasalnya, kini ia sudah merasa jika tubuhnya sudah sangat rapuh dan renta.
Sakit menjadi makanan sehari harinya. Bahkan, pendengaran dan penglihatannya
sudah setajam dulu lagi.
"saya
kepengen ada yang nerusin ngejaga palang pintu ini. Tapi dengan ikhlas, enggak
dijadiin buat meminta uang sama orang yang mau lewat. Kalau ada yang ngasih
rejeki ya enggak apa-apa diterima aja. Kan itu mah dari Allah," ujarnya.
Jadwal
kereta api yang melintas beliau dapatkan dari Stasiun Brebes. Beliau
mendapatkan jadwal kereta api tersebut untuk digunakan sebagai patokan waktu
kereta api yang akan melintas di perlintasan kereta api yang ia jaga. Namun,
tak jarang ia juga memanfatkan ketajaman indera pendengarannya untuk
memprediksi masih seberapa jauh kereta api yang akan melewati palang pintu
perlintasan kereta api tersebut. 13 tahun menjadi penjaga palang pintu beliau
tetap bersyukur,meski rejeki yang beliau dapatkan kadang tidak sesuai harapan.
No comments:
Post a Comment