Monday, November 4, 2019

Arindra (A15.2018.01231)

SULLI, DIBUNUH OLEH KOMENTAR JAHAT WARGANET


“Aku bukan orang jahat, kenapa kalian begitu padaku? Sebut satu saja alasan yang bikin aku layak diperlakukan begini,” Begitulah ungkapan Sulli lewat live Instagram milliknya. Mantan anggota girlband f(x) dari Korea, yaitu Sulli ditemukan meninggal dunia di apartemennya daerah Seongnam, Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. 
   
Kematian Sulli menjadi tamparan keras bagi semua orang khususnya warganet yang tinggal di Korea Selatan. Di apartemennya, Sulli mengakhiri hidupnya dengan gantung diri pada 14 Oktober 2019. Aksinya tersebut dipicu akibat dari ujaran kebencian yang ia terima sehingga ia mengalami depresi berat.
   
Perempuan bernama asli Choi Jin-ri mengaku memiliki gejala penyakit mental ketika masih menjadi idol. Knetz (warganet yang tinggal di Korea), mengganggap gejala penyakit mental yang dimiliki oleh Sulli hanya mencari perhatian publik semata. 
   
Knetz tidak pernah berhenti untuk memberi hujatan di media sosial Sulli. 
“Dulu waktu di f(x) dia kelihatan sangat lugu, tapi sekarang binal.”
“Harusnya kamu mati lebih cepat”

Begitulah kira-kira hujatan-hujatan yang dapat ditemukan di media Sosial Sulli. Hujatan itu ada ketika Sulli dianggap gagal memenuhi banyak tuntutan dari para fansnya. Idol perempuan tersebut dituntut untuk tampil sopan, lemah lembut, dan berhati seperti malaikat.

Muka merah, mata bengkak, dan raut wajah menahan tangis, begitulah keadaan Sulli ketika membaca komentar-komentar jahat yang ada di media sosialnya. 

Ketika masih bergabung di f(x), agensi membentuk kepribadian Sulli sebagai gadis yang lugu dan periang sehingga di setiap unggahan media sosialnya pun, gadis ini tak pernah bersedih. Namun faktanya, Sulli merasa selalu sendirian, tidak percaya diri, dan tidak ada yang peduli dengannya. 

Setelah keluar dari f(x), Sulli menerima lebih banyak hujatan daripada sebelumnya. Knetz tidak suka dengan kepribadian Sulli yang sangat berbeda ketika masih di dalam idol grup lamanya.

Di beberapa unggahan media sosial, Sulli nampak menikmati hidupnya dan membuat pesta bersama teman-temannya. Ia bahkan sudah menjalin hubungan dengan rapper dari Dynamic Duo, Choiza.

Bukannya mendapat dukungan dari para fansnya, Sulli justru menerima hujatan kembali. Sulli dianggap salah pilih pasangan karena Choiza bukanlah selebriti papan atas seperti dirinya. Knetz bahkan berani membuat rumor bahwa Choiza hanya memanfaatkan keteranan dari Sulli.

Pada periode perpisahannya dengan Choiza pada tahun 2017, Sulli menunjukkan beragam tanda-tanda depresi yang ia tunjukkan, seperti melukai diri sendiri saat sedang mabuk. Bukannya mendukung dan bersimpati dengan keadaan Sulli, warganet justru merisak keadaannya.
Sulli dikenal menyuarakan feminisme dan pandangannya yang blak-blakan. Perempuan kelahiran 29 Maret 1994 ini, pernah menyuarakan kampanye aksi tidak memakai bra demi kesehatan. Akan tetapi, aksinya tersebut dianggap tidak pantas bahkan ia menerima hujatan-hujatan di media sosialnya. 

“Murahan banget, dasar pelacur nasional,” begitu salah satu komentar yang ada di media sosialnya.

Lewat unggahan teaser video untuk program acara reality show milik Sulli “Jinri Market” di Instagram miliknya, Sulli mengatakan “Bahkan orang terdekatku telah meninggalkan aku. Aku sangat tersakiti oleh mereka dan aku merasa tidak ada orang yang mengerti diriku, yang mana membuat aku semakin terjatuh.”
Penyebab meninggalnya Sulli belum bisa dipastikan, tapi muncul dugaan bahwa Sulli meninggal karena bunuh diri dan depresi yang ia alami. 

Semoga kasus Sulli menjadi yang terakhir dan titik balik atas perubahan kultur intoleransi terhadapat kesehatan mental di Korea khususnya di industri hiburan.

Depresi bukanlah sesuatu yang mudah diatasi. Jika kita merasakan keinginan untuk bunuh diri akibat depresi maka sangat disarankan untuk berdiskusi dengan ahlinya, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa. 



ARINDRA OKTAFIARDI 
A15.2018.01231

No comments:

Post a Comment