Friday, November 8, 2019


Noor Faiza Ilham Ulinnuha
A15.2018.01328


Mas Yudi ialah laki-laki muda yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Ia memiliki usaha burjo disalah satu kawasan Universitas Dian Nuswantoro. Mas Yudi yang masih muda ini belum berkeluarga, sehingga ia membangun usaha burjo tersebut dibantu dengan teman temannya yang juga berasal dari Kuningan. Memang tidak mudah untuk merantau dan membuka uaha burjo didaerah orang lain, teteapi ia mencoba untuk beradaptasi demi usaha bisnisnya tersebut, mulai dari masalah bahasa hingga orang orang baru yang ada dilingkungannya sekarang menjadi tantangan baru di kehidupannya. Diusia yang masih berkepala dua, ia mencoba bisnis burjo karena menurutnya, memiliki peluang yang sangat besar dengan modal yang tidak terlalu besar, tetapi akan menghasilkan omset yang cukup untuk kehidupannya di masa depan. Dengan letaknya yang strategis pun, ia membuka burjo ini dengan jam buka 24 jam pada hari efektif dan pada hari sabtu - minggu akan tutup lebih cepat dari biasanya dikarenakan banyak mahasiswa yang pulang ke kampung halamannya pada saat hari libur. Dengan beragamnya menu dan harga yang terjangkau, burjo mas Yudi pun diminati banyak mahasiswa terutama warga gedung FIK dab FIB Universitas Dian Nuswantoro, banyak dari warga gedung depan UDINUS ynag istirahat dan makan di burjo mas Yudi. Tak heran jika, mas Yudi bersama teman temannya sudah hafal betul siapa sasja mahasiswa yang sering datang ke burjo nya untuk istirahat makan ataupun hanya pesan minuman untuk sekedar nongkrong dengan teman temannya, mas Yudi pun tak jarang hafal oleh pesanan mahasiswa UDINUS jika orang yang datang sama pada jam tertentu, banyak menu dari burjo mas Yudi yang menjadi kegemaran mahasiswa UDINUS. Burjo mas Yudi memang baru buka sekitar 2 tahun yang lalu, tetapi burjonya pun tak pernah sepi pembeli, karena letaknya pun yang berada ditengah kota yang ramai penduduk dan juga berada disekitar sekolah sekolah negri lainnya. Kami mewancarai rekan-rekan kerjanya beranggapan bahwa ikut bekerja disalah satu burjo daerah Udinus, menjadikan suatu pengalaman baru karena berada diluar daerah. Dan alasan yang menjadikan rekan-rekan untuk betah bekerja bersama Mas Yudi adalah karena orangnya ramah dan tidak semena-mena walaupun ia adalah pemilik dari burjo ini. Dan juga para konsumen yang juga ramah-ramah kepada mereka.
Suka duka Mas Yudi mendirikan burjo di Semarang adalah rekan-rekan kerjanya bertanggung jawab atas pekerjaannya, dan para pembeli seperti mahasiswa ataupun warga sekitar ramah-ramah. Sehingga membuat Mas Yudi dan rekan-rekan kerjanya betah bekerja di Semarang terutama dikawasan Universtias Dian Nuswantoro. Duka nya adalah perbedaan Bahasa dan budaya yang ada di Semarang. Mereka harus berdapatasi dengan sekitar agar dapat diterima. “Capek pasti, tapi kami berusaha semaksimal mungkin agar berjalan deng sesuai harapan kami” ucapnya.

Mas Asep sudah bekerja di usaha burjo mas Yudi sekitar 1,5 tahun, ia berusia 25 tahun dan belum berkeluarga. Ia juga berasal seperti Mas Yudi yaitu Kuningan, Jawa Barat. Ia ikut bekerja di usaha burjo karena ingin mendapatkan penghasilan sendiri untuk masa depanya nanti. Menurut Asep, Yudi orang yang sangat ramah kepada siapapun entah rekan kerjanya ataupun mahasiswa yang berkunjung diburjo. Mereka sudah saling kenal cukup lama, jadi mereka berdua sangat mengerti akan sikap satu sama lain. Yudi adalah orang yang sangat bertanggung jawab dan disiplin akan pekerjaan, sehingga membuat rekan-rekan kerjanya betah bekerja dengan ia. Ia juga orang yang sabar akan kelakuan pengunjung, apabila ada kesalah pemesanan makanan ataupun minuman. Karena menurut Yudi itu adalah resiko dalam sebuah membuat usaha. Menurut Asep, Yudi suka bercanda kepada rekan-rekannya ataupun pengunjung burjo, sehingga membuat pengunjung betah diburjo dan membuat burjo jarang sepi. Menurut ia, ini adalah pengalaman pertama kali dalam hidupnya bekerja diluar kota, dan memiliki lingkungan yang sangat berbeda didaerah asalnya. Disini pengunjungnya sangat ramah-ramah dan masyarakatnya juga. Sehingga membuat Asep betah bekerja di Semarang yang walaupun cuacanya sangat panas.
Revida ialah pelanggan sekaligus mahasiswi UDINUS yang sudah menjadi pelanggan setia burjo Mas Yudi. Sejak berkuliah di UDINUS, ia dan teman temannya sudah sering mengunjungi burjo mas Yudi saat istirahat maupun hanya sekedar tongkrong dengan teman temannya, salah satu makanan favoritnya ialah nasi Ayam Jansui. Menurutnya, jarang ditemukan nasi ayam jansui di burjo burjo yang ada di sekitar kampus, sekalinya pun ada, ia tidak menyukainya. Mas mas yang bekerja diburjo ini pun sangat ramah, sehingga revida dan teman temannya hampir setiap hari, makan diburjo tersebut. Revida sudah sempat mencicipi seluruh menu makanan yang terdapat di burjo mas Yudi. Menurutnya, dengan rasa dan porsi makanan serta tempat yang enak, burjo mas Yudi sangat rekomendasi untuk didatangi. Bagi anak kos seperti nya, burjo ini sangatlah cocok untuk nya dan juga dompetnya. “ ya aku sih, lebih suka kesini, gatau aja suka gitu, enak, juga murah, mas nya baik kalo saya minta tambah porsi, gausa nambah bayar, bagi ku sih pokoknya enakan disini deh daripada yang lainnya “, kata revida saat kami wawancarai di burjo mas Yudi.

Aldi, pria berusia 24 tahun asal kuningan ini merupakan teman lama Yudi dan sekarang dia juga bekerja di warung burjo milik Yudi. Aldi mulai bekerja dengan Yudi selama kurang lebih setengah tahun. Meskipun termasuk orang baru dalam burjo milik Yudi tetapi Aldi mengaku sangat betah dan ingin bekerja dengan Yudi lebih lama. Hal itu bukannya tanpa alasan, Aldi merasa sangat nyaman dan betah dikarenakan kepribadian Yudi yang sangat menyenangkan terhadap semua teman dan semua pegawai di burjonya. Selain itu, menurut pengakuan Aldi selama setengah tahun berkerja disini ia mendapatkan banyak sekali pembelajaran dari Yudi maupun peagawai lainnya. Aldi merasa Yudi yang notabennya kawan lama Aldi mampu mendorong dirinya dan pegawai lainnya untuk menjadi pribadi yang lebih bertangung jawab dan disiplin. Selain dapat mendorong pegawainya, Yudi juga memiliki kepribadian yang menyenangkan, ramah, dan termasuk humoris. Hal itulah yang membuat para pegawai betah berkerja dengan Yudi.

Dimas adalah salah satu dari banyak pelanggan Burjo Mas Yudi. Dia merupakan Mahasiswa Ilkom UDINUS yang sekarang sudah semester 3, dengan usianya yang kini sudah 20 tahun. Dia sudah menjadi pelanggan Burjo ini selama kuarang lebih 8 bulan. Menu favorit dari Dimas sendiri adalah Magelangan. Menurutnya banyak sekali perbedaan antara Burjo mas Yudi dengan Burjo yang lainnya adalah karena Burjo ini memiliki masakan yang enak, dan juga memiliki tempat yang bersih. ”Banyak sih Burjo atau Warteg yang murah, tapi gatau kenapa masakan di sini menurutku jauh lebih enak daripada Burjo ataupun warteg sekitaran sini” ungkapnya. Dan satu hal yang membuat Dimas menjadi pelanggan setia adalah karena dia sudah kenal kepada pegawai yang ada di sini. “ Buat aku yang bikin tempat ini adalah tempat makan atau sekedar nongkrong favorit, karena aku sudah cukup dekat dengan pegawai yang ada disini dan juga Mas Yudi sendiri” ujar Dimas. Pegawai di Burjo ini memang memliki usia 20-26 tahun, jadi antara pelanggan dan pegawai memiliki rentang usia yang tidak beda jauh, itulah yang menjadikan burjo ini ramai. “Mas Yudi juga dengan teman temnnya sangat ramah juga bersikap sangat baik kepada saya dan pelanggan lainnya”. Ungkapnya saat kami wawancarai.


No comments:

Post a Comment