Wanita Asal Malang,
Cerita Sekarsari Jadi Kuli Angkut Pasir Sungai
Malang – Sekarsari (38), warga Dusun
Sedawun, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang adalah sesosok
wanita yang kuat. Kuat dalam istilah yang sebenarnya. Sekarsari bekerja sebagai
kuli angkut pasir yang membutuhkan stamina dan fisik yang kuat. Wajah berseri
serta senyuman tampak pada Sekarsari, Selasa (9/8/2016).
Ketika bertemu tim detik.com, dia sedang mengangkut pasir
hasil pertambangan ke atas mobil pikap. Sekarsari mengangkut pasir yang berasal
dari Aliran Sungai Sambong yang memutari wilayah desanya. Sungai ini berada di
sebelah selatan Bendungan Selorejo dan bermuara di lereng Gunung Kelud.
Sekarsari tidak mengerjakan tugas ini sendirian ia dibantu
oleh anak pertamanya yang bernama Rajit yang berusia 12 tahun. Rajit putus
sekolah, ia gagal lulus SD. Dan juga ditemani putri bungsunya yang bernama
Aurelia yang masih menempuh pendidikan taman kanak-kanak. Menurut Sekarsari,
Aurelia terkadang menghampirinya di lokasi dimana dirinya mengangkut pasir.
Jarak tempat kerjanya dari rumahnya kurang lebih 1 kilometer.
Hasil yang diperoleh Sekarsari dari mengisir pasir satu pikap
yaitu sebesar Rp 10 ribu. Hasilnya lumayan. Sehari dia bisa mengangkut pasir
dalam 10 pikap. Hasilnya lumayan, katanya, bisa menambah pendapatan suami yang
hanya bekerja sebagai buruh tani. “ Maksimal saya bisa sepuluh kali,” kata ibu
dari tiga anak ini.
Sekarsari mengatakan aliran Sungai Sambong membawa berkah.
Sekarsari sempat menjadi korban erupsi letusan Gunung Kelud. Abu vulkanik
menghantam kediamannya sehingga ia harus mengungsi bersama
masyarakat-masyarakat Dusun Sedawun. “Waktu itu meletus ya ikut ngungsi.
Pagi-pagi suami pergi kerja, anak-anak ke sekolah, saya ke sini (lokasi tambang
pasir), “ tuturnya.
Menurut Sekarsari, ini suatu perkerjaan yang menyenangkan.
Oleh karena itu, secara tidak langsung mengurangi rasa lelahnya saat mengangkut
pasir keatas pick up atau truck. “Waktu dulu buruh tani. Diberi kesempatan
mengangkut, saya terima. Waktu pertama capek, tapi lama-lama udah biasa, “
ujarnya.
Ia sesosok wanit muda dengan wajah yang cantik, namun
kesehariannya bekerja sebagai Kuli Angkut Pasir. Meski bekerja sebagai Kuli
Angkut Pasir ia tidak malu dan tetap semangat dalam mencari upah untuk menghidupi
keluarganya. Orang-orang memberinya pujian karena sikap kerja kerasnya dan
tidak pernah putus asa.
Setiap harinya ia harus mengangkut pasir hasil penambangan ke
10 mobil pick up yang berada di lokasi tersebut. Memberi nafkah pada keluarga
menjadi tanggung jawabnya. Sekarsari tidak masalah dengan pekerjaannya untuk
pria, asalkan dia mendapatkan penghasilan yang cukup untuk menafkahi keluarga
dan melanjutkan sekolah anaknya. Sekarsari menggunakan jiwa wanitanya untuk
membuat rekan-rekan kerjanya memberinya pekerjaan yang tidak begitu berat.
Sekarsari menjadi inspirasi bagi masyarakat-masyarakat Dusun
Sedawun karena perannya sebagai seorang wanita yang begitu hebat. Meski ia
seorang wanita, ia membuktikan bahwa pekerjaan seperti ini bukan semata-mata untuk
seorang pria, apalagi jika anda memiliki sebuah impian untuk membuatnya menjadi
motivasi.
Dalam kasus Sekarsari ini, salah satu impiannya adalah untuk
melanjutkan pendidikan anaknya yang tertunda dan tentu untuk menghidupi
keluarganya dengan hasil jerih payahnya. Hingga kapan Sekarsari bekerja sebagai
pengangkut pasir, Sekarsari tidak dapat menerka. Menurutnya, semasih ada
permintaan jasa mengangkut pasir ia akan tetap melakukan pekerjaan tersebut
demi membantu kebutuhan keluarganya.
Muhammad Farhan
Firmansyah
A15.2018.01330
Sumber: detik.com

No comments:
Post a Comment