Wednesday, October 2, 2019

BATIK YANG SEMPAT DIKLAIM NEGARA TETANGGA


Batik yang Sempat Diklaim Negara Tetangga
          Tepat pada hari ini 2 Oktober 2019 kita sebagai masyarakat Indonesia memperingati hari batik Nasional. Nah batik sendiri selain sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia, tentunya batik juga sudah dikenal luas oleh seluruh penjuru dunia. Seperti yang kamu lihat saat ini jika kamu melakukan pencarian pada laman Google, kamu akan melihat bentuk desain yang berbeda dari biasanya. Yak pada hari ini bentuk desain google menjadi Google Doodle.
            Ada hal yang kamu harus ketahui di hari batik ini! Batik rupanya diperkenalkan kepada dunia pertama kali oleh  bapak Presiden Soeharto saat mengikuti konferensi PBB. Jika kita semua flashback kepada masa lalu, batik ternyata kurang mendapatkan tempat di hati masyarakat Indonesia, terkhusus pada generasi muda. Seiring berjalanannya waktu dan perkembangan dalam dunia fashion, menggunakan pakaian bermotif batik menjadi salah satu gaya yang digemari oleh generasi muda saat ini.
            Berbicara soal batik, mungkin dari kamu para pecinta batik pasti tahu bahwa batik memiliki banyak sekali motif. Berbicara masalah motif pada batik, saya juga memiliki salah satu motif yang saya gemari yaitu motif batik Demak. Jika kamu perhatikan motif yang terdapat pada batik demak ini memiliki ciri khas dalam mengkombinasikan motif, motifnya sendiri yaitu menyatukan antara motif pesisiran dan motif pertanian. Motif batik Demak sendiri rupanya juga terinspirasi dari sejarah masa lalu kerjaan Demak. Hal tersebutlah yang menonjolkan motif pesisiran.


            Udah dulu ah basa basinya! Sesuai yang ingin saya sampaikan di awal judul. Ternyata teman – teman, batik yang menjadi warisan budaya Indonesia itu rupanya sempat pernah diklaim oleh negeri tetangga yaitu Malaysia. Keresahan pun akhirnya muncul akibat Malaysia melakukan klaim terhadap warisan budaya kita. Eeeiiitttsss!! Jangan emosi dulu dong gengs hehehe. Oke oke kita lanjut lagi yak. Pada tahun 2008 rupanya pemerintah Indonesia tidak tinggal diam begitu aja lho. Pemerintah Indonesia itu akhirnya mendaftarkan batik ke dalam barisan jajaran daftar representative budaya tak benda warisan manusia UNESCO, ya atau singkatnya didaftarkan kepada UNESCO. Untuk mendapatkan pengakuan itu pun pemerintah kita harus melewati proses yang begitu panjang. Singkat cerita pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO akhirnya memutuskan batik adalah warisan budaya dari Indonesia. Maka dari itu tanggal 2 Oktober juga diputuskan sebagai hari batik Nasional.

Baca juga artikel seputar Batik yang diapresiasi oleh Mancanegara

            Nah dari batik sendiri kita semua harusnya sadar akan betapa banyaknya budaya yang ada pada negeri tercinta kita ini. Harapannya kita semua sadar akan betepa pentingnya menjaga warisan budaya yang kita miliki. Lalu bagaimana sih caranya kita menjaga? Jelas dengan bangga menggunakan pakaian bermotif batik, selain itu kita juga harus bangga mempelajari budaya kita seperti menari tarian tradisional. Tujuannya apa sih kita harus mempelajari dan menggunakan budaya kita yang ada? Tujuannya sederhana kok gengs! Ya agar kita semua tetap menjadi bangsa yang besar, yang memiliki banyak macam budaya. Selain itu, harapannya dengan hadirnya banyak budaya di negeri ini dapat menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang cinta damai dengan saling menghargai budaya satu sama lain, bahkan mempelajari budaya satu sama lain. Dengan begitu budaya yang kita miliki akan terus ada dan tidak tergerus oleh perkembangan teknologi di era globalisasi yang semakin cepat ini.


Nama  : Jose Andreas Sugiarto
NIM    : A15.2018.01035
Keyword         : Fakta hari batik

No comments:

Post a Comment