Wednesday, October 30, 2019

SEPAK TERJANG ALEX TEKUNI DUNIA JURNALISTIK


Terjun di dunia jurnalistik, membuat Alexander Defanda Wisnu Pratama S.Kom pantang menyerah.


Alexander Defanda Wisnu Pratama S.Kom lahir di Semarang, 11 Mei 1994. Lelaki yang sekarang berusia 25 tahun ini menekuni bakat jurnalistik nya sejak Alex bergabung  ke majalah sekolah di bangku Sekolah menengah Pertama (SMP).

Dimasa kuliah pun Alex tetap menekuni jurnalistik dengan mengikuti Unit kegiatan mahasiswa wartadinus, dan itu adalah awal usahanya dalam dunia jurnalistik.

“Saya kagum dengan mas Alex, ia lulusan sarjana komputer namun ia juga berbakat di dunia jurnalistik”, jelas via selaku siswa magang di Humas Udinus.

Alex terkenal dalam bakatnya memanajemen tim menjadi tim yang solid dan penuh strategi. Pada saat masa perkuliahan, Alex sangat antusias mengikuti beberapa organisasi secara langsung, yaitu tiga organisasi sekaligus, PKKMK, Pers wartadinus dan BEM-KM, namun organisasi pertama yang ia ikuti adalah wartadinus.

Unit kegiatan mahasiswa (ukm) wartadinus sendiri berdiri pada sekitar tahun 2010 namun sempat vakum  selama dua hingga tiga tahun dengan nama ukm yang sebelumnya adalah 'Info Dian'.

Saat kepemimpinan dimasa tahun 2011-2012 Alex masih menjadi anggota wartadinus. Waktu itu wartadinus hanya sebuah ukm yang dianggap tidak begitu memiliki prestasi, kurang punya bergaining di antara ukm lainnya. Pada saat itu wartadinus hanya memiliki 10 anggota senior dan sisanya 9 anggota termasuk Alex didalamnya.

Pada saat itu produk yang dikeluarkan wartadinus hanya majalah yang keluar sekitar 6 bulan sekali. Namun pada saat pemerintahan Alex, yaitu pada tahun 2012-2013, Alex mulai fokus kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia khusunya dari segi penulisan, peliputan dan produk yang dihasilkan. Alex juga menularkan prinsipnya kepada anggotanya agar dapat berpikir out of the box.


“Tugas pribadi saya yang utama mempopulerkan wartadinus di kalangan Udinus untuk mencapai 3 hal utama itu yakni penulisan dan peliputan, saya terus memberikan pelatihan bagi para anggota dan senior waktu itu,” tukas Alex saat diwawancarai.

Saat itu Alex bekerjasama dengan bagian pimpinan redaksi wartadinus dan Suara Merdeka. Setelah setengah tahun berjalan, Alex dan tim melihat produk wartadinus 6 bulan itu dirasa sangat basi dan sudah ketinggalan jaman, kemudian ditahun saat Alex memimpin wartadinus Alex mencetuskan untuk produk majalah diganti dengan buletin yang keluar setiap 3 bulan sekali.

Kemudian untuk memenuhi jumlah pasokan berita yang semakin banyak, Alex berinisiatif untuk membuat website wartadinus ditahun 2012-2013. dimana pengisi berasal dari seluruh anggota wartadinus.  Dalam kurun waktu setengah tahun di bawah pimpinan Alex wartadinus mampu memiliki website sendiri. “Fokus saya setelah website adalah ke arah prestasi sumber daya manusia di wartadinus dan proyek kerja wartadinus untuk tahun selanjutnya,” tambahnya.

Selang beberapa waktu kemudian, diakhir tahun kepemimpinan Alex, anggota wartadinus mampu dicetaknya hingga menjadi juara tingkat nasional sejumlah tiga orang dan satu anggotanya mampun menyabet juara tiga foto tingkat nasional, “Saya bersama tiga anggota juga mampu tembus essay nasional di lomba UI,” jelasnya.

Alex dan tim juga mencetuskan untuk membuat Seminar Nasional ditahun selanjutnya dengan   pembicara Sujiwo Tejo. Alex melakukan lobying strategy dan juga seorang planner yang baik saat menyiapkan Seminar Nasional itu.

Dengan dana yang seminimal mungkin, Alex mampu mengundang narasumber Sujiwo Tejo, tanpa ada kekurangan dana. “Total dari 50juta untuk mendatangkan narasumber, saya saat itu dan kawan-kawan mampu meminimalisir dana hingga 10juta saja, dan itu kebanggaan tersendiri untuk saya dan tim wartadinus kala itu,” Jelas Alex saat diwawancarai di Gedung D ruang Humas Senin, (14/10/2019).

“Mas Alex mengajari saya banyak hal mengenai bagaimana tulisan yang baik untuk website udinus juga, dia hebat,” ulas Haris yang merupakan mahasiswa magang yang memberikan statement mengenai kepribadian Alex saat menjadi staff Humas di Udinus.

Perjuangannya sebelum menjadi staff Humas juga penuh dengan tantangan. Alex sebelumnya adalah seorang wartawan di Media Cetak Tribun Jateng. Pada awal bulan ia bekerja di dunia jurnalistik, ia langsung  di tempatkan di desk olahraga ia memegang berita mengenai sepak terjang PSIS, sebulan kemudian ia dipindah ke desk pendidikan, dari situlah Alex mulai mengenal banyak relasi. “Waktu itu saya bersyukur, mendapatkan banyak relasi dimulai dari Rektor Swasta maupun Negeri, dan saya bersyukur saya mendapat kesempatan untuk dapat dikenal dengan para petinggi tersebut,” ungkap Alex kala itu.

Banyak jatuh bangun yang Alex alami juga dalam usahanya menjadi jurnalis. Saat waktunya liburan ia malah di lempar ke desk pendidikan ke kota tegal untuk jadi wartawan daerah itu selama sebulan selama liburan lebaran. Alex di beri mandat untuk menyorot liputan dari berbagai hal yang ada di Tegal, mulai dari kecelakaan, macet. “Butuh perjuangan lebih untuk menjadi wartawan daerah saat itu,” ungkapnya.

Waktu berlalu, keberuntungan pun memihaknya, Alex pada saat itu menerima tawaran untuk masuk menjadi staff untuk memperkuat Humas yang ada di Udinus, saat telah menjadi staff Humas, Alex mengungkapkan bahwa dirinya mempunyai target agar Udinus bisa lebih unggul ke ranah universitas khususnya untuk publikasi di media cetak.

 “Saya percaya banyak ilmu yang akan dapat diterapkan di Humas, karena Alex bisa diandalkan, dan dapat berjuang bersama untuk Humas Udinus,” jelas Nining Sekar selaku Kepala Humas Udinus Selasa (15/10/2019). (*Penulis/Fenny. Foto : Fenny Angesti)

No comments:

Post a Comment