Terjun di dunia jurnalistik, membuat Alexander Defanda Wisnu Pratama S.Kom pantang menyerah.
Alexander Defanda Wisnu
Pratama S.Kom lahir di Semarang,
11 Mei 1994. Lelaki
yang sekarang berusia 25 tahun ini menekuni bakat jurnalistik nya sejak Alex bergabung ke majalah sekolah di bangku Sekolah menengah
Pertama (SMP).
Dimasa kuliah pun Alex
tetap menekuni jurnalistik dengan mengikuti Unit kegiatan mahasiswa wartadinus, dan itu adalah awal usahanya dalam dunia jurnalistik.
“Saya kagum dengan mas
Alex, ia lulusan sarjana komputer namun ia juga berbakat di dunia jurnalistik”,
jelas via selaku siswa magang di Humas Udinus.
Alex terkenal dalam
bakatnya memanajemen tim menjadi tim yang solid dan penuh strategi. Pada saat
masa perkuliahan, Alex sangat antusias mengikuti beberapa organisasi secara
langsung, yaitu tiga organisasi sekaligus, PKKMK, Pers wartadinus dan BEM-KM,
namun organisasi pertama yang ia ikuti adalah wartadinus.
Unit kegiatan mahasiswa
(ukm) wartadinus sendiri berdiri pada sekitar tahun 2010 namun sempat vakum selama dua hingga tiga tahun dengan nama ukm
yang sebelumnya adalah 'Info Dian'.
Saat kepemimpinan dimasa
tahun 2011-2012 Alex masih menjadi anggota wartadinus. Waktu itu wartadinus
hanya sebuah ukm yang dianggap tidak begitu memiliki prestasi, kurang punya bergaining di antara ukm lainnya. Pada
saat itu wartadinus hanya memiliki 10 anggota senior dan sisanya 9 anggota termasuk
Alex didalamnya.
Pada saat itu produk
yang dikeluarkan wartadinus hanya majalah yang keluar sekitar 6 bulan sekali. Namun
pada saat pemerintahan Alex, yaitu pada tahun 2012-2013, Alex mulai fokus
kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia khusunya dari segi penulisan,
peliputan dan produk yang dihasilkan. Alex juga menularkan prinsipnya kepada
anggotanya agar dapat berpikir out of the
box.
“Tugas pribadi saya
yang utama mempopulerkan wartadinus di kalangan Udinus untuk mencapai 3 hal
utama itu yakni penulisan dan peliputan, saya terus memberikan pelatihan bagi
para anggota dan senior waktu itu,” tukas Alex saat diwawancarai.
Saat itu Alex bekerjasama
dengan bagian pimpinan redaksi wartadinus dan Suara Merdeka. Setelah setengah
tahun berjalan, Alex dan tim melihat produk wartadinus 6 bulan itu dirasa
sangat basi dan sudah ketinggalan jaman, kemudian ditahun saat Alex memimpin wartadinus
Alex mencetuskan untuk produk majalah diganti dengan buletin yang keluar setiap
3 bulan sekali.
Kemudian untuk memenuhi
jumlah pasokan berita yang semakin banyak, Alex berinisiatif untuk membuat
website wartadinus ditahun 2012-2013. dimana pengisi berasal dari seluruh
anggota wartadinus. Dalam kurun waktu setengah
tahun di bawah pimpinan Alex wartadinus mampu memiliki website sendiri. “Fokus
saya setelah website adalah ke arah prestasi sumber daya manusia di wartadinus
dan proyek kerja wartadinus untuk tahun selanjutnya,” tambahnya.
Selang beberapa waktu
kemudian, diakhir tahun kepemimpinan Alex, anggota wartadinus mampu dicetaknya
hingga menjadi juara tingkat nasional sejumlah tiga orang dan satu anggotanya
mampun menyabet juara tiga foto tingkat nasional, “Saya bersama tiga anggota
juga mampu tembus essay nasional di
lomba UI,” jelasnya.
Alex dan tim juga mencetuskan
untuk membuat Seminar Nasional ditahun selanjutnya dengan pembicara Sujiwo Tejo. Alex melakukan lobying strategy dan juga seorang planner yang baik saat menyiapkan
Seminar Nasional itu.
Dengan dana yang
seminimal mungkin, Alex mampu mengundang narasumber Sujiwo Tejo, tanpa ada
kekurangan dana. “Total dari 50juta untuk mendatangkan narasumber, saya saat
itu dan kawan-kawan mampu meminimalisir dana hingga 10juta saja, dan itu
kebanggaan tersendiri untuk saya dan tim wartadinus kala itu,” Jelas Alex saat
diwawancarai di Gedung D ruang Humas Senin, (14/10/2019).
“Mas Alex mengajari
saya banyak hal mengenai bagaimana tulisan yang baik untuk website udinus juga,
dia hebat,” ulas Haris yang merupakan mahasiswa magang yang memberikan statement mengenai kepribadian Alex saat
menjadi staff Humas di Udinus.
Perjuangannya sebelum
menjadi staff Humas juga penuh dengan tantangan. Alex sebelumnya adalah seorang
wartawan di Media Cetak Tribun Jateng. Pada awal bulan ia bekerja di dunia
jurnalistik, ia langsung di tempatkan di
desk olahraga ia memegang berita
mengenai sepak terjang PSIS, sebulan kemudian ia dipindah ke desk pendidikan, dari situlah Alex mulai
mengenal banyak relasi. “Waktu itu saya bersyukur, mendapatkan banyak relasi
dimulai dari Rektor Swasta maupun Negeri, dan saya bersyukur saya mendapat
kesempatan untuk dapat dikenal dengan para petinggi tersebut,” ungkap Alex kala
itu.
Banyak jatuh bangun
yang Alex alami juga dalam usahanya menjadi jurnalis. Saat waktunya liburan ia
malah di lempar ke desk pendidikan ke
kota tegal untuk jadi wartawan daerah itu selama sebulan selama liburan
lebaran. Alex di beri mandat untuk menyorot liputan dari berbagai hal yang ada
di Tegal, mulai dari kecelakaan, macet. “Butuh perjuangan lebih untuk menjadi
wartawan daerah saat itu,” ungkapnya.
Waktu berlalu, keberuntungan
pun memihaknya, Alex pada saat itu menerima tawaran untuk masuk menjadi staff
untuk memperkuat Humas yang ada di Udinus, saat telah menjadi staff Humas, Alex
mengungkapkan bahwa dirinya mempunyai target agar Udinus bisa lebih unggul ke
ranah universitas khususnya untuk publikasi di media cetak.
“Saya percaya banyak ilmu yang akan dapat diterapkan
di Humas, karena Alex bisa diandalkan, dan dapat berjuang bersama untuk Humas
Udinus,” jelas Nining Sekar selaku Kepala Humas Udinus Selasa (15/10/2019). (*Penulis/Fenny. Foto : Fenny Angesti)

No comments:
Post a Comment