Kesadaran
kita terhadap lingkup luar sudah mulai tergerus oleh indahnya media sosial dan gadget yang ada digenggaman. Hal
tersebut seringkali membuat kita lupa menggenggam kesadaran terhadap semua yang
ada disekitar. Membuat kita menjadi manusia yang hina akan cueknya kita
terhadap dunia luar. Rezeki dari Tuhan pun ikut kita acuhkan bahwa sebenarnya
sebagian rezeki kita adalah rejeki mereka juga. Tanpa kita sadar entah kebaikan
apa yang akan memasukan kita kedalam kebaikan-Nya. Sering kita lupa sebelum
kita ditanpar langsung didepan muka. Semesta memang luar biasa. Mempunyai cara
yang indah untuk menyadarkan kita dari hal yang tak terduga. Bahkan sebuah
konten youtube misalnya, merupakan jalan kesadaran kita terhadap nikmat yang
sudah diberikan oleh-Nya.
Sebuah konten dari teman saya Martha
Alfin di YouTube tentang seorang pedagang kerupuk keliling bernama Marwanto ini
sangat menyentuh hati. Bapak dua orang anak ini berhasil mengumpulkan dana
untuk membangun mushola dari sebagian kecil hasil jualannya. Memulai menyiapkan
dagangan sebelum subuh dirumahnya yang beralamat di Lemah Gempal. Sebelum subuh
tiba, bapak dua orang anak ini menyiapkan dagangannya terlebih dahulu. Lalu
membersihkan mushola sebelum sholat subuh. Setelah semua beres, dimulailah
petualangan pak Marwanto menyusuri kota Semarang. Dimulai dari Lemah gempal
menyusuri tugu muda hingga sampai di sampangan dagangan pak Marwanto tidak
sepenuhnya terjual habis setiap harinya. Bermodalkan sepeda tua yang
dikayuhnya, dengan niat karena Allah beliau ikhlas menjalankan pekerjaan mulia
ini.
Tentunya kita malu dengan beliau.
Dari penjualan kerupuknya ini. Beliau bercita – cita ingin berangkat umroh ke
Tanah Suci bersama isterinya. Tiga puluh enam juta sudah terkumpul selama ini.
Namun keikhlasan beliau karena suatu hal menyebabkan pak Marwanto mengurungkan
niatnya untuk berangkat ke tanah suci. Karena ada hal yang lebih mulia yang
ingin pak Marwanto kerjakan. Yaitu membangun mushola yang sudah kurang layak.
Kepekaan pak Marwanto tehadap
lingkungannya menyadarkan bahwa ia merasa berdosa ketika melihat sebuah mushola
yang sudah retak - retak itu masih berdiri. Keselamat anak – anak TPQ yang
sedang menimba ilmu agama dan orang tua yang berkegiatan di musola menjadi
salah satu alasan beliau berinisiatif membangun mushola. Bapak berusia 63 tahun
ini tidak ingin mushola yang ada di kampungnya terbengkalai. Alhamdulillah
dengan segala bantuan dari masyarakat dan tentunya di bantu oleh pak camat
Semrang Barat. Dengan modal tabungannya tiga puluh enam juta, beliau berhasil
mengumpulkan dan mendapatkan sumbangan hingga seratus delapan puluh juta rupiah
untuk membangun mushola yang kini menjadi dua lantai.
Banyak sekali orang yang meragukan
beliau. Tidaklah mungkin seorang pedagang krupuk mampu membangun mushola..
Tanpa disadari pak Marwanto percaya bahwa sebagian hasil dari penjualannya
adalah pahala untuk orang – orang yang membelinya. Namun pak Marwanto
membuktikannya. Tidak mudah memang menjadi orang baik.
Ini bukan hanya soal rasa. Tentang
bagaimana kita saling membantu dan peka di luar gadget kita di lingkungan
sekitar kita. Sesederhana itu. Toh juga kita tidak akan kekurangan apapun jika
kita mau menyisihkan sebagian rezeqi kita kepada orang lain. Kita juga tidak
akan mungkin sengsara dengan sebuah kerupuk seharga dua ribu rupiah. Sebuah
perubahan kecil yang dimulai dari diri kita sendiri jika banyak orang yang ikut
serta bisa membawa kita disebuah perubahan yang luar biasa. Dan kini masjid
yang di inisiatifi oleh pak Marwanto sudah bisa dibilang makmur. Di era yang
serba media sosial ini. Sebuah keberhasilan yang tidak dimulai dari sosila
media merubakan sebuah pencapaian yang luar biasa. Dekapan hangat dan rangkulan
optimisme masih bisa dirasakan oleh beliau yang tidak bisa mengikuti arusnya
jaman. Sebuah tamparan keras terhadap kita yang mempunyai segala kecukupan. Sesederhana
itu memulai kebaikan,. Dari sebuah kerupuk seharga dua ribu kita bisa ikut
bergerak membantu. Tidak tahu kebaikan apa yang akan membawa kita ke Surga-Mu.
Fikri Maulana Haikal
A15.2019.01643
Fikri Maulana Haikal
A15.2019.01643

No comments:
Post a Comment