Christian Penu
Kaharap
A15.2018.01257
U.Praktik
Creative Writing
“TERLALU
SIBUK BEKERJA, TAPI TAK LUPA KELUARGA”
Pagi itu seorang anak muda sedang
termenung di burjo tempat ia bekerja, sembari menunggu pembeli setianya.
Mochammad Soepiandi Rizky atau biasa dipanggil Aa Suep, pemuda yang lahir di
Kuningan, Jawa Barat pada tanggal 14 Januari 1995 ini sudah bekerja selama 6
tahun di Burjo Ratu Asih yang berada di Semarang, Jawa Tengah. Selama 6 tahun
merantau, tujuan Suep bekerja sedari awal tidak pernah berubah, yaitu membiayai
keluarganya yang ada di Kuningan.
Sekedar informasi Burjo adalah
singkatan dari Bubur Kacang Ijo, oleh karena itu bubur kacang ijo adalah menu
andalannya, tetapi burjo tetap menjual berbagai jenis makanan rumah dengan
harga yang bersahabat.
Pada awalnya Suep tidak bertujuan
bekerja di burjo, karena pada saat itu ia mengharapkan pekerjaan yang lebih
baik. Tetapi disisi lain dia juga menyadari bahwa dirinya hanya lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA). Walaupun
minim pendidikan Suep tetap berusaha mencari pekerjaan yang sekiranya cukup
untuk membiayai keluarganya di rumah. Dari beberapa lowongan pekerjaan yang ia
lamar, tidak ada satupun yang menerimanya karena alasan pendidikannya tidak
sesuai kriteria yang diinginkan.
Ditengah perasaan bingung yang
sedang menggerogoti perasaannya, ia mencari cara agar cepat mendapatkan
pekerjaan, karena uang yang ia bawa dari Kuningan sudah semakin menipis, ia pun
tidak ingin membebani temannya yang kala itu kostnya ia tumpangi. Temannya yang
bernama Ujang saat itu mengetahui apabila Suep sedang bingung karena mencari
pekerjaan langsung mengajaknya untuk nongkrong di burjo Ratu Asih yang dimiliki
oleh orang yang berasal dari Kuningan juga. Alasan Ujang mengajaknya ke burjo
hanya sekedar untuk melepas penat yang saat itu sedang dialami oleh Suep karena
mencari pekerjaan.
Pada saat di burjo Ujang
mengenalkan Suep dengan pemilik burjo yang biasa dipanggil Kang Dadang,
ternyata Ujang mengenal Kang Dadang karena mereka berasal dari kampung yang
sama di Kuningan. Lalu Ujang memberitahu bahwa Suep saat itu sedang kesulitan
mencari pekerjaan, karena pendidikannya hanya lulusan SMA. Setelah mendengar
cerita yang disampaikan oleh Ujang, Kang Dadang pun langsung menawarkan pekerjaan
kepada mereka berdua, dikarenakan dua karyawan Kang Dadang memutuskan untuk
berhenti bekerja dan memilih untuk pulang kampung dengan alasan yang kurang
jelas. Disaat itu juga Suep menerima pekerjaan yang ditawarkan oleh Kang
Dadang, begitupun juga Ujang yang saat itu juga membutuhkan uang jajan tambahan
untuk meringankan beban orang tuanya di kampung.
Genap 6 tahun sudah Suep bekerja
bersama Kang Dadang. Lalu ia menceritakan bagaimana sosok seorang Suep kepada
kami, Soepiandi adalah sesosok anak muda yang sangat bekerja keras dan rela
mengorbankan waktu bermainnya untuk merantau keluar kota dan bekerja demi
menghidupi keluarganya yang kurang mampu di kampung. Suep juga merupakan anak
muda yang baik dan ramah kepada karyawan lainnya, sehingga dengan adanya sosok
anak muda ini bisa membawa suasana nyaman dan tidak membosankan di lingkungan
kerjanya. Oleh karena itu Kang Dadang sangat bersyukur memiliki karyawan
seperti dirinya.
Ujang juga menyempatkan waktu
untuk sedikit bercerita tentang Soepiandi dengan kami, Ujang selaku sahabatnya
bercerita bahwa Suep adalah sosok teman yang selalu ada apapun keadaan dan
situasi yang sedang mereka hadapi, Suep juga merupakan seorang teman yang bisa memberikan
saran, pujian, motivasi dan tidak takut memberikan kritik yang membangun
apabila ia melakukan hal-hal yang dirasa kurang benar. Dia juga menggambarkan
Suep sebagai sosok pahlawan, karena ia rela berjuang demi apapun yang ia rasa
benar dan melakukan apapun untuk keluarganya.
Kami juga menanyakan tentang
sosok Suep ke beberapa teman kerjanya yang tidak ingin disebutkan namanya,
mereka bercerita bahwa anak muda ini (Suep)
adalah orang yang sangat pandai bergaul, baik, rendah hati dan pekerja keras. Kehadirannya
di burjo membawa pengaruh positif, sehingga suasana di tempat kerja pun terasa
tidak kaku dan sangat seru.
Kami pun bertanya kepada salah
satu pelanggan setia burjo yang bernama Rafi Caesar, dirinya sudah menjadi
pelanggan di burjo Ratu Asih sejak 2017 dan sedari awal menjadi pelanggan di
burjo ia sudah mengenal sosok Suep, Rafi pun menceritakan bahwa sosok Suep
merupakan orang yang dapat melayani pelanggannya dengan baik, sehingga
pelanggan burjo merasa nyaman berada di burjo. Ia pun diajarkan beberapa
kata-kata dalam Bahasa Sunda oleh Soepiandi, walaupun Rafi mengetahui
pendidikan yang ditempuh Suep hanya berakhir di SMA, tetapi ia tetap memandang
Suep sebagaimana ia memandangi orang yang berpendidikan dan ia pun sangat menghargai
Suep sebagaimana orang-orang yang berpendidikan lebih tinggi, karena menurutnya
kita tidak bisa memandang dan memberi respect
kepada orang lain hanya berdasarkan pendidikan yang sudah ditempuhnya.
Lalu akhirnya kami sedikit
bertanya-tanya kepada Suep, ia bercerita bahwa dirinya tidak ada rasa
penyesalan sedikit pun merantau dan bekerja di burjo, karena menurutnya ia
banyak belajar dari orang-orang di sekitarnya, seperti Kang Dadang, Ujang,
rekan bekerjanya, mahasiswa/I yang biasanya nongkrong di burjo dan setelah bisa
berteman dengan mahasiswa/I ia menyimpulkan bahwa tidak semua orang yang
berpendidikan lebih tinggi dapat berperilaku seenaknya kepada orang yang
pendidikannya lebih rendah. Tetapi walaupun banyak mendapatkan pelajaran hidup,
Suep tetap merasa sedih karena tidak bisa bersama keluarganya di kampung,
walaupun ia bisa mengirimkan uang, tapi ia tidak bisa membantu ibunya secara
langsung dan membimbing adik-adiknya. Setiap kali Suep pulang ibunya selalu
berpesan untuk tidak terlalu mengkhawatirkan mereka di kampung, karena mereka
akan baik-baik saja.
Setelah 6 tahun bekerja di burjo
untuk menafkahi keluarganya, Suep juga belajar cara berbisnis burjo dari Kang
Dadang. Oleh karena itu uang yang ia dapatkan selama 6 tahun ini selalu ia
tabung untuk memenuhi tujuannya memiliki burjo sendiri dan ia mendapatkan
dukungan penuh dari keluarga hingga Kang Dadang. Namun apakah akhirnya Suep
bisa membuka burjonya sendiri? Atau tetap bekerja bersama Kang Dadang? Tidak
ada yang tahu.
No comments:
Post a Comment