Mochammad Rafli (A15.2018.01274)
Ujian Praktek Creative Writing
PEREMPUAN SEJATI
Mencari nafkah bukan selalu laki-laki saja, Ibu yang satu
ini adalah salah satu contoh dari kata-kata tersebut. Menjadi salah satu dari tenaga kerja yang biasanya
diperankan oleh seorang laki-laki yaitu supir,
hal
ini bukanlah hal yang mudah bagi ibu-ibu tangguh yang memiliki nama lengkap DEWI RAHMAWATI ini.
Mencari rezeki dengan menjadi seorang supir, bukanlah satu – satunya pekerjaan yang dilakukan
oleh Ibu Dewi
ini untuk mencari rezeki. Bu dewi pun juga berjualan seperti
angkringan di suatu proyek-proyek yang lagi dibangun. Itupun dilalukan hanya diwaktu selagi ada proyek dan di
waktu sengganya menjadi supir, Ibu Dewi bekerja keras untuk
membiayai anaknya yang sedang kuliah,
memang terlihat melelahkan karena pekerjaan ini dilakukan oleh seorang wanita, namun beliau melakukannya dengan ikhlas dan sabar
Bekerja menjadi supir
tentunya banyak pengalaman yang
ibu Dewi ini dapatkan. Yang paling beliau sukai dari
pekerjaan ini adalah bu Dewi mempunyai banyak teman-teman.
Dan juga beliau mengatakan kalau ia bersyukur karena dia mampu dan kuat melakukan pekerjaan ini yang seharusnya
dilakukan oleh seorang laki-laki.walaupun bu Dewi bekerja sebagai supir dan
penjual nasi di proyek-proyek bu Dewi masih sanggup membiayai 2 anaknya untuk
bersekolah dan kuliah. Seperti yang beliau
katakan, “Selagi
saya melakukan pekerjaan ini dengan ikhlas,tulus dan jujur pasti ada aja rezeki
buat saya dan anak-anak saya”.
Tapi dimana ada suka
pasti ada duka, beberapa kali Ibu Dewi mendapati
masalah ketika sedang berjualan di suatu proyek
di
semarang. Beliau menceritakan banyak juga yang
beli gorengan 2 tapi bayar 1,dan ada juga yang ngutang . walaupun kadang
pegawai proyek tidak jujur, bu Dewi masih mendapatkan keuntungan yang lumayan
dari hasil jualanya, karena bu Dewi satu-satunya yang berjualan tepat di depan
pyorek tersebut.
Seperti pada kisah –
kisah supir
pada umumya, dijalan pun bu Dewi sering
mendapati masalah, karena ban bocor, macet, kehabisan bensin, semua bu Dewi
sudah pernah mengalaminya.
Banyaknya kejadian – kejadian itu membuat pengelaman bu Dewi bertambah dan lamanya Ibu Dewi bekerja disini membuat ia mencintai hal-hal yang dia
kerjakan , selagi saya masih kuat melakukan pekerjaan tersebut bu Dewi akan
tetap melakukan pekerjaan tersebut. Bu Dewi juga mengatakan jika beliau sudah
tidak kuat lagi melakukan pekerjaan tersebut beliau ingin membuka warung-warung
kelontong di rumahnya. Beliau juga
berharap dan berdoa kelak ke-2 anaknya menjadi orang yang hebat dan sukses dan
jujur karena jujur adalah kunci utama,
beliau bilang karena saya bekerja untuk anak saya semoga kelelahan saya menjadi anugrah meliat
mereka sukses di kemudian hari.
Dengan menjadi supir, mencari nafkah untuk
ke-2 anaknya, , Ibu Dewi sudah membuktikan bahwa mencari rezeki perempuan pun juga
bisa, Beliau adalah
perwujudan sang “Wanita Tangguh”, perempuan tak kenal lelah
demi melihat anaknya sukses di kemudian hari.
No comments:
Post a Comment