Tuesday, November 5, 2019


Mochammad Rafli  (A15.2018.01274)

Ujian Praktek Creative Writing  






PEREMPUAN SEJATI

Mencari nafkah bukan selalu laki-laki saja,  Ibu yang satu ini adalah salah satu contoh dari kata-kata  tersebut. Menjadi salah satu dari tenaga kerja yang biasanya diperankan oleh seorang laki-laki yaitu supir, hal ini bukanlah hal yang mudah bagi ibu-ibu tangguh yang memiliki nama lengkap DEWI RAHMAWATI ini.

Mencari rezeki dengan menjadi seorang supir, bukanlah satu – satunya pekerjaan yang dilakukan oleh Ibu Dewi ini untuk mencari rezeki. Bu dewi pun  juga berjualan seperti angkringan di suatu proyek-proyek yang lagi dibangun. Itupun dilalukan hanya diwaktu selagi ada proyek dan di waktu sengganya menjadi supir, Ibu Dewi bekerja keras untuk membiayai anaknya yang sedang kuliah, memang terlihat melelahkan karena pekerjaan ini dilakukan oleh seorang wanita, namun beliau melakukannya dengan ikhlas dan sabar

Bekerja menjadi supir tentunya banyak pengalaman yang ibu Dewi ini dapatkan. Yang paling beliau sukai dari pekerjaan ini adalah bu Dewi mempunyai banyak teman-teman. Dan juga beliau mengatakan kalau ia bersyukur karena dia mampu dan kuat  melakukan pekerjaan ini yang seharusnya dilakukan oleh seorang laki-laki.walaupun bu Dewi bekerja sebagai supir dan penjual nasi di proyek-proyek bu Dewi masih sanggup membiayai 2 anaknya untuk bersekolah dan kuliah. Seperti yang beliau katakan, “Selagi saya melakukan pekerjaan ini dengan ikhlas,tulus dan jujur pasti ada aja rezeki buat saya dan anak-anak saya”.

Tapi dimana ada suka pasti ada duka, beberapa kali Ibu Dewi mendapati masalah ketika sedang berjualan di suatu proyek di semarang. Beliau menceritakan banyak juga yang beli gorengan 2 tapi bayar 1,dan ada juga yang ngutang . walaupun kadang pegawai proyek tidak jujur, bu Dewi masih mendapatkan keuntungan yang lumayan dari hasil jualanya, karena bu Dewi satu-satunya yang berjualan tepat di depan pyorek tersebut.

Seperti pada kisah – kisah supir pada umumya, dijalan pun bu Dewi sering mendapati masalah, karena ban bocor, macet, kehabisan bensin, semua bu Dewi sudah pernah mengalaminya. Banyaknya kejadian – kejadian itu membuat pengelaman bu Dewi bertambah dan lamanya Ibu Dewi bekerja disini membuat ia mencintai hal-hal yang dia kerjakan , selagi saya masih kuat melakukan pekerjaan tersebut bu Dewi akan tetap melakukan pekerjaan tersebut. Bu Dewi juga mengatakan jika beliau sudah tidak kuat lagi melakukan pekerjaan tersebut beliau ingin membuka warung-warung kelontong di rumahnya. Beliau juga berharap dan berdoa kelak ke-2 anaknya menjadi orang yang hebat dan sukses dan jujur karena jujur adalah kunci utama, beliau bilang karena saya bekerja untuk anak saya semoga kelelahan saya menjadi anugrah meliat mereka sukses di kemudian hari.

Dengan menjadi supir, mencari nafkah untuk ke-2 anaknya, , Ibu Dewi sudah membuktikan bahwa mencari rezeki perempuan pun juga bisa,  Beliau adalah perwujudan sang “Wanita Tangguh”, perempuan tak kenal lelah demi melihat anaknya sukses di kemudian hari.

No comments:

Post a Comment