Nama : Annisa Nur Azizah
Nim : A15.2018.01277
CREATIF WRITING
KERASNYA
BEKERJA DI PERANTAUAN
Seiring
berjalannya waktu dan berkembangnya zaman yang modern ini membuat orang-orang
semakin kesusahan dalam hal mencari pekerjaan, meskipun pekerjaan kini tidak
menuntut adanya jurusan apapun yang terpenting adalah minimal lulusan dari
SMA/SMK. Seperti contohnya Chusaini biasa di panggil dengan nama Seni. Dia
merupakan lulusan S1 jurusan pertanian yang kini bekerja di pabrik PT. INDUKTOR
INDO yang terletak di kota Boyolali. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan yang
memproduksi trafo listrik.
Dia bekerja pada bagian pengawasan, dia memiliki tanggung
jawab yang besar di umurnya yang masih terbilang muda yaitu 28 tahun. Di
umurnya yang masih muda ini dia harus mengawasi anak buahnya yang sejumlah 35
orang dan dia pun hanya mengawasi mereka sendirian. Anak buah Chusaini ini
rata-rata mereka adalah anak-anak muda yang berumur sekitar 25 tahun dan mereka
merupakan lulusan dari Sma dan Smk. Pekerjaan bagian produksi yang di awasi
oleh Chusaini ini tidak menuntut jurusan apapun yang terpenting adalah memiliki
ijazah Sma/Smk.
Bekerja di pabrik ini di tentukan dengan jadwal yaitu
sift. Sift ini ada 3 sesi yaitu pada sift petama dari jam 6 pagi hingga jam 2
siang, sift kedua dari jam 2 siang hingga jam 10 malam, dan sift ke tiga dari
jam 10 malam hingga jam 6 pagi. Setiap seminggu sekali akan berganti-gantian
sift. Contohnya minggu ini Chusaini bekerja pada sift petama maka pada minggu
besok dia akan bekerja pada sift kedua dan seterusnya seperti itu. Karena
setiap minggu berganti-ganti sift tetapi anak buah dari Chusaini ini tidak
pernah ganti-ganti jadi sampai kapanpun anak buahnya tetaplah mereka dan yang
selalu mengawasi setiap pekerjaan mereka adalah Chusaini.
Dia tinggal di Boyolali hidup sendiri di kos yang
berjarak 5 menit dari tempatnya bekerja. Sertiap harinya ia berjalan kaki
sendiri karena jaraknya yang cukup dekat sehingga memudahkannya untuk berangkat
tanpa takut terlambat sampai di tempatnnya dia bekerja. Di pabrik dia bekerja
setiap bulannya mendapatkan gaji sebesar 3 juta rupiah perbulannya. Karena dia
hidup sendiri di Boyolali gaji 3 juta yang ia dapatkan perbulannya sudah
merupakan cukup baginya.
Dia merupakan seorang rantauan dari Wonosobo, biasanya
jika dia pulang ke kampung halamannya hanya menaiki motor sendiri yang menempuh
waktu 3 jam. Dia jarang sekali pulang kampong karena tempat
tinggalnya yang cukup jauh, sehingga membuatnya untuk pulang ke kampong halaman
menjadi jarang sehingga susah untuk bisa sering-sering bertemu dengan keluarga
di rumah.
Setiap pekerjaan pasti akan ada susah senangnya. Seperti
Chusaini yang berkeja di pabrik trafo ini ada susah dan senangnya. Senangnya
dia dalam menjalankan pekerjaan ini adalah dia bisa mempelajari hal baru sebab
dia merupakan dari lulusan dari jurusan pertanian yang tidak ada hubungannya dengan
hal-hal listrik dan dia juga merupakan lulusan dari sma yang berada di jurusan
Ips yang pastinya tidak ada pelajarannya yang menyangkut pekerjaannya tersebut.
Dan susahnya dalam menjalankan pekerjaan ini merupakan adanya sift-siftfan
dalam bekerja di pabrik. Tetapi, memang sift-siftfan itu memang sudah
konsekuensi dalam bekerjanya ia di pabrik tersebut.
Dari
kerja kerasnya mas Chusaini ini yang bekerja di pabrik tersebut dapat kita tiru
dari kerja kerasnya sehari-hari dan tanggung jawabnya. Karena bekerja di
perantauan itu memang harus menerima apapun resikonya yang akan di tanggungnya
entah itu buruk atau baiknya karena itu memang sudah konsekuensinya.
No comments:
Post a Comment