“ PENJAGA GEDUNG BIRU”
Terik siang matahari hari itu tepatnya di area gedung G Udinus terdapat tenda biru kecil yang berdiri disisi bahu gedung itu. Duduklah disana sosok Edi dengan tawa canda sambil meminum kopi yang di beli di warung dekat udinus. Sederhana namanya, namun ia merupakan sosok pahlawan di Udinus, kata pahlawan sendiri tidak selalu merujuk kepada orang-orang yang membela negara. Namun, pria berusia 25 tahun ini, dengan nama lengkap Edi Sutrisno juga merupakan pahlawan di Universitas Dian Nuswantoro. Di sebut sosok pahlawan tidak membuatnya menjadi besar kepala. namun, malah membuanya tetap rendah hati. Edi ini telah membantu penemuan dalam aksi pencurian helm yang berada di kawasan Udinus pada saat itu. “Disana mba waktu itu “ tegasnya. *Sambil menunjuk salah satu area parkir di Udinus* ia memulai ceritanya dengan raut muka yang terlihat akrab. Padahal, kami baru saja bertemu. Awal mula cerita pencurian itu dimulai saat terdapat seorang mahasiswi yang melapor tentang kehilangan helm nya. Setelah melewati ... sekitar 4 hari berlalu. Edi mencoba memantau cctv area parkir kampus Udinus tak di duga-duga disana terdapat pencurian helm yang sedang berlangsung dan terpantau oleh kamera cctv, dan tak di sangka lagi bukan main bahwa yang mencuri adalah mahasiswi udinus itu sendiri yang sangat di kenal dan sering mengobrol bersamanya.
Tak lama, Edipun langsung mendekati wanita itu. Saat di tanyakan baik-baik apakah dia telah mencuri helm, dia belum juga mau mengaku namun, setelah disuruh untuk membuka jok motornya terdapat helm yang terlihat sama persis dengan ciri-ciri oleh mahasiswi yang kehilangan helm tersebut. Akhirnya mahasiswi ini mengaku bahwa dia mencuri untuk keperluannya membayar kuliah dan kebutuhan lainnya. Setelah pengakuannya Edi memberinya peringatan dan menceramahinya bahwa perbuatannya tidak baik. Ketika di tanya mengenai tanggapnya terhadap pencurian itu Ia memaklumi perbuatannya karena urusan ekonomi.
”yaaahh ya namanya kepepet mba jadi nglakuin hal yang salah jadinya tapi ya namanya tetep salah harus kita kasi tau biar dia ga ngulangin” ujarnya. Hal inilah yang membuat keistimewaan Edi ini sebagai seorang pahlawan di Udinus yang telah bekerja selama 5 tahun lamanya Menjadi tukang parkir. Awal mula beliau bekerja menjadi tukang parkir yaitu dengan mengikuti bagian dari suatu perusahaan yang sudah banyak bekerja sama dengan berbagai Mall dan kampus lainnya. Awalnya penjaga gedung biru ini ditempatkan di kampus Unika. Namun, beliau dipindah tugaskan di Udinus. Edi ini sudah berkeluarga dan memiliki satu anak. Rumah beliau terletak di jatingaleh tepatnya di Jalan Puntodewo. rutinitas sehari- hari pekerjaannya yaitu menjaga lahan parkir diarea sekitar udinus, dan memeriksa kelengkapan Stnk mahasiswa, serta ketertiban dalam memarkir motor maupun mobil. Sistem kerja beliau ini bekerja mulai pukul setengah 7 pagi hingga setengah 3 sore dimulai setiap hari senin hingga sabtu. Ia berceria bahwa sistem kerja di Udinus yaitu mengalami proses rolling/berganti-ganti dan sistem shift. Setiap pagi sistem kerja di Udinus hanya 2 orang yang berjaga, sedangkan siang hanya satu orang dan sore sebanyak 4 orang yang berjaga, beliau bercerita sedikit mengalami kesusahan sebagai Tukang parkir, yaitu karena lahan yang sedikit di Udinus, Namun memiliki mahasiswa yang banyak sehingga mengakibatkan kesusahannya dalam mengatur motor maupun mobil yang terparkir. Perihal ini membuatnya tetap sabar dalam menjalaninya karena menurutnya bekerja selalu memiliki banyak resiko entah itu dalam hal yang baik maupun yang buruk sekalipun. Biarpun gajinya tidak seberapa Namun,sosok penjaga parkir gedung biru ini tetap bekerja untuk menafkahi keluarganya. Harapan kedepannya yaitu beliau ingin lebih banyak lagi pembangunan di Udinus terutama lahan parkir yang sedikit. Dan dari cerita Edi Sutrisno saya menilai bapak Edi ini orang yang lugu dan sabar dan sangat ramah sekali dengan banyak orang ia juga sosok yang bekerja keras untuk hidup keluarganya.
Jika kita sedikit melihat kebelakang bagaimana jika kita tidak di bantu oleh tukang parkir? kitapun jadi kesusahan dalam memarkir ataupun mengeluarkan kendaraan kita bukan? Maka dari itu kita patut menghargai segala bentuk pekerjaan yang ada. Biarpun hanya seorang tukang parkir sekalipun, kita tetap harus mengapresiasinya. karena tanpa mereka kita tidak lagi kesusahan dalam memarkir motor maupun mobil. Maka dari itu mereka termasuk orang yang terpuji dan pantas disebut sebagai pahlawan kita.
Sudut Pandang Irfan
Dua tahun bekerja bersama Edi ini satu-satunya yang paling dekat dengan saya mba” ujarnya. Irfan namanya, dia sudah bekerja di Udinus 2 tahun lamanya umurnya sudah menginjak 26 tahun dan juga sudah berkeluarga, ia bertempat tinggal tepatnya di semarang timur. Menurut Irfan sendiri Edi merupakan sosok yang paling ramah dan juga seru. “Biarpun banyak pekerjaan yang terpapar oleh udara panas matahari dia tetap santai dan sering bercanda bersama menjalani pekerjaan bersamanya menjadi tak terbebani lagi”.Ujarnya.
Beda Pendapat
Berbeda dengan Dwi. Dwi ini sudah bekerja di UDINUS selama 1 tahun. Ia menjaga area parkir di gedung H, Ceritanya dalam pekerjaan selama menjadi tukang parkir bersama Edi tidak selalu menyenangkan karena ia adalah teman lamanya membuat nya mengetahui sosok Edi lebih dalam dari siapapun “sebenarnya Edi ini orang yang rapuh dan terlalu memikirkan segala sesuatunya” ujarnya. Walaupun sudah berteman cukup lama namun baru setahun ia dipertemukan kembali dengannya. Banyak berupa curhatan tentang perekonomian, keluarga dan lain-lain yang sering diutarakan olehnya saat berpanas-panasan sambil mengatur kendaraan. Sebelum bekerja di UDINUS,Dwi bekerja di UNDIP dengan profesi yang sama. Banyak yang dilakukan oleh mereka dalam waktu senggang sering mereka Makan bersama, keluar bersama, bahkan Mas Dwi sering berkunjung kerumahnya. Menurut penuturan Dwi , Edi adalah sosok yang mengispirasinya didalam pekerjaan. Dia seorang yang kuat, dan selalu tersenyum biarpun banyak masalah yang dihadapinya dia juga sosok yang dermawan, Dwi juga secara terang-teranga mengatakan dari semua teman-temannya yang paling baik adalah Edi. Menurutnya dia orang yang baik, beliau selalu menyemangati saya ketika saya sudah mulai capek dan emosi. Dia juga pribadi yang santun, dia tidak pernah berbicara kasar ataupun yang mengandung sara serta sangat sopan dan ramah terhadap dosen dan mahasiswa yang sering lewat. Disisi lain, menurutnya dia adalah seorang Bapak yang sangat menyayangi anaknya dan bertanggung jawab.dirinya juga dikenal orang yang paling bisa mencairkan suasana di tempat kerja. Ketika yang lain sudah mulai lelah dan emosi, Edi lah yang menghibur teman-temannya agar tidak patah semangat ketika bekerja. Menjadi seorang pengatur parkir dan menjaga keamanan kendaraan bukanlah hal yang mudah, seringkali mahasiswa parkir sembarangan hal inilah yang menyebabkan parkiran menjadi penuh. Banyak mahasiswa tidak memperdulikan hal ini, mahasiswa parkir seenaknya saja, karena shift saya sering bersamanya, berdua kita sering kewalahan karena siang hari banyak mahasiswa yang berdatangan. Hal ini yang melelahkan dari pekerjaannya bersama sosok Edi ini. Akhir pembicaraan dibawah sinar matahari yang terik, mereka tetap bisa tertawa. Pekerjaan mereka sangatlah terpuji dan patut di apresiasi.
Alumni 2016
Menurut pandangan Winda salah satu alumni Udinus, jurusan Ilmu Komunikasi tahun 2016 .Winda ini setiap hari terbiasa melihat penjaga gedung biru ini saat berkuliah dulu. sosok yang sering tersenyum sambil menganggukkan kepalanya di lahan parkir kampus ini. Menurutnya adalah satu pahlawan kampus yg sungguh berjasa dan sangat membantunya untuk urusan dalam mengamankan parkiran di kampus, karena bisa di bayangkan lahan UDINUS yang sempit dengan jumlah warga yang ber-ratus hingga ribuan banyaknya jika tidak terdapat orang yang merapikan lahan parkir maka akan terlihat kacau sekali menurutnya dan tidak akan rapi, karena satu persatu banyak yang datang dan pergi. Winda merasa Edi ini sangat baik dan jujur terutama saat dia melupakan kunci yang masih tercantol di motornya ketika dirinya kebingungan mencari ternyata kuncinya telah diamankan oleh Edi ini. Dari beberapa orang yang berjaga selalu saja sosok Edi paling menonjol karena kermahannya. Banyak yang dapat kita ambil dan pelajari dari sosok nya tak pernah lelah dalam sinar matahari dan pekerjaan sederhananya tetap membuatnya terkenang di balik gedung biru ini . jika dilihat sosoknya dapat dikaitkan dengan kutipan dari Arthur ashe- “mulailah dari tempatmu berada. Gunakan yang kau punya dan lakukan yang kau bisa”. memaknai bahwa sosok Edi selalu bersyukur dimanapun ia berada dan melakukan segala sesuatu nya dengan bekerja keras tanpa lelah diselingi oleh canda tawanya serta keramahan yang di bagi oleh siapapun yang dijumpainya.
Ditulis oleh : Velia lifianzha .D. (A15.2018.01206)
No comments:
Post a Comment