Thursday, November 7, 2019

SAY NO TO RACISM!


Rasisme cara suatu sistem menentukan pencapaian budaya atau individu bahwa suatu ras tertentu dan memiliki hak untuk mengatur ras yang lainnya.Rasis sendiri berasal dari kata rasial artinya berdasarkan ciri fisik, ras, bangsa, suku bangsa seperti warna kulit dan lain sebagainya.

Kata "rasisme" pertama kali digunakan secara umum pada 1930-an. Fenomena rasisme sebenarnya sudah muncul jauh sebelumnya. Pengertian rasisme itu sendiri selalu berubah. Tribalisme, xenofobia, keangkuhan dan prasangka serta permusuhan dan perasaan negatif terhadap satu kelompok etnis atau bangsa yang lain kadang diiringi dengan sikap brutal sering kali dihubungkan dengan rasisme.


Saya tekankan lagi, Rasisme adalah suatu sistem kepercayaan atau doktrin yang menyatakan bahwa perbedaan bilogis yang melekat pada ras manusia menentukan pencapaian budaya atau individu - bahwa suatu ras tertentu lebih superior dan memiliki hak untuk mengatur yang lainnya.
Rasisme Nazi menimbulkan pembantaian dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Selama Perang Dunia II, pimpinan Nazi memulai apa yang mereka sebut "bersih-bersih etnis" di kawasan Timur, yang meliputi Polandia dan Uni Soviet, yang didudukinya. Kebijakan ini mencakup pembantaian dan pemusnahan ras yang disebutnya "ras" musuh melalui genosida terhadap kaum Yahudi Eropa dan penghancuran pimpinan bangsa Slavia. Kaum Nazi yang rasis memandang penyandang cacat fisik dan mental sebagai bahaya biologis bagi kemurnian ras Arya. Setelah merencanakan dengan cermat, dokter-dokter Jerman mulai membunuhi orang-orang cacat di berbagai lembaga penampungan di seluruh Jerman dalam operasi yang mereka perhalus dengan istilah "eutanasia."

Dimulai dengan munculnya pandangan dan sikap antisemitisme, buku ini menelusuri penyebaran pikiran-pikiran rasis saat mulai maraknya ekspansi bangsa-bangsa Eropa dan dimulainya perdagangan budak-budak Afrika. Abad Pencerahan dan berkembangnya nasionalisme memberikan konteks baru dalam perdebatan menyangkut segi-segi rasisme ini. Dengan penguasaan yang luar biasa, George Fredrickson menyajikan sejarah rasisme di Barat dari kemunculannya di akhir Abad Pertengahan hingga saat ini. Jika melihat dari sejarah tentang Rasisme di atas, apa yang terjadi dengan konflik yang ada di Wamena hal tersebut masuk dalam kategori Rasisme, pasalnya penduduk Papua ada yang dikatakan monyet, hitam, dan hinaan hinaan lainya. 

Sebenarnya Rasisme bisa dihapuskan, pasalnya Rasisme itu merusak persatuan bangsa. Merusak persaudaraan yang ada. Lalu bagaimana caranya menghapuskan faham rasisme? Caranya mudah. Kita saling menguatkan rasa toleransi dan persaudaraan, kita jangan pernah menyebutkan kekurangan dari teman – teman kita yang berbeda ras dengan kita. Selain itu belajarlah mengucapkan hal kata – kata positif. Dengan membiasakan diri seperti itu kita mampu menghapuskan faham Rasisme. Agar nantinya Indonesia bahkan seluruh Dunia dapat hidup damai dengan menunjung tinggi rasa persaudaraan. 

Pada kesimpulannya, gak ada kelebihan yang kita dapat dalam melakukan Rasisme, tidak ada untungnya juga kita mengejek kawan kita, hal tersebut hanya menambah lawan dan mengurangi pertemanan. Akibat dari Rasisme sendiri kita akan hanya menimbulkan kerusuhan yang terjadi, membuat tali persaudaraan terputus, dan membuat segalanya menjadi buruk. Tetaplah lakukan hal yang positif dan biasakan berkata – kata hal positif.

Siapapun pelaku rasisme, dan masyarakat Indonesi, sebaiknya membiasakan diri mengatakan hal positif kepada siapapun. Ya seperti yang saya bilang sebenarnya Rasisme bisa dihapuskan, pasalnya Rasisme itu merusak persatuan bangsa.


Merusak persaudaraan yang ada. Lalu bagaimana caranya menghapuskan faham rasisme? Caranya mudah. Kita saling menguatkan rasa toleransi dan persaudaraan, kita jangan pernah menyebutkan kekurangan dari teman – teman kita yang berbeda ras dengan kita. Selain itu belajarlah mengucapkan hal kata – kata positif. Dengan membiasakan diri seperti itu kita mampu menghapuskan faham Rasisme. Agar nantinya Indonesia bahkan seluruh Dunia dapat hidup damai dengan menunjung tinggi rasa persaudaraan.


Ananta Bagus Puja Irawan (A15.2018.01074)

No comments:

Post a Comment