Noor Faiza Ilham Ulinnuha
A15.2018.01328
Mas Yudi ialah laki-laki muda yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat.
Ia memiliki usaha burjo disalah satu kawasan Universitas Dian
Nuswantoro. Mas Yudi yang masih muda ini belum
berkeluarga, sehingga ia membangun usaha burjo tersebut dibantu dengan teman
temannya yang juga berasal dari Kuningan. Memang tidak mudah untuk merantau dan
membuka uaha burjo didaerah orang lain, teteapi ia mencoba untuk beradaptasi
demi usaha bisnisnya tersebut, mulai dari masalah bahasa hingga orang orang
baru yang ada dilingkungannya sekarang menjadi tantangan baru di kehidupannya. Diusia
yang masih berkepala dua, ia mencoba bisnis burjo karena menurutnya, memiliki
peluang yang sangat besar dengan modal yang tidak terlalu besar, tetapi akan
menghasilkan omset yang cukup untuk kehidupannya di masa depan. Dengan letaknya
yang strategis pun, ia membuka burjo ini dengan jam buka 24 jam pada hari
efektif dan pada hari sabtu - minggu akan tutup lebih cepat dari biasanya
dikarenakan banyak mahasiswa yang pulang ke kampung halamannya pada saat hari
libur. Dengan beragamnya menu dan harga yang terjangkau, burjo mas Yudi pun
diminati banyak mahasiswa terutama warga gedung FIK dab FIB Universitas Dian
Nuswantoro, banyak dari warga gedung depan UDINUS ynag istirahat dan makan di
burjo mas Yudi. Tak heran jika, mas Yudi bersama teman temannya sudah hafal
betul siapa sasja mahasiswa yang sering datang ke burjo nya untuk istirahat
makan ataupun hanya pesan minuman untuk sekedar nongkrong dengan teman temannya,
mas Yudi pun tak jarang hafal oleh pesanan mahasiswa UDINUS jika orang yang
datang sama pada jam tertentu, banyak menu dari burjo mas Yudi yang menjadi
kegemaran mahasiswa UDINUS. Burjo mas Yudi memang baru buka sekitar 2 tahun yang
lalu, tetapi burjonya pun tak pernah sepi pembeli, karena letaknya pun yang
berada ditengah kota yang ramai penduduk dan juga berada disekitar sekolah
sekolah negri lainnya. Kami
mewancarai rekan-rekan kerjanya beranggapan bahwa ikut bekerja disalah satu
burjo daerah Udinus, menjadikan suatu pengalaman baru karena berada diluar
daerah. Dan alasan yang menjadikan rekan-rekan untuk betah bekerja bersama Mas
Yudi adalah karena orangnya ramah dan tidak semena-mena walaupun ia adalah
pemilik dari burjo ini. Dan juga para konsumen yang juga ramah-ramah kepada
mereka.
Suka duka Mas Yudi
mendirikan burjo di Semarang adalah rekan-rekan kerjanya bertanggung jawab atas
pekerjaannya, dan para pembeli seperti mahasiswa ataupun warga sekitar
ramah-ramah. Sehingga membuat Mas Yudi dan rekan-rekan kerjanya betah bekerja
di Semarang terutama dikawasan Universtias Dian Nuswantoro. Duka nya
adalah perbedaan Bahasa dan
budaya yang ada di Semarang. Mereka harus berdapatasi dengan sekitar agar dapat
diterima. “Capek pasti, tapi kami berusaha semaksimal mungkin agar berjalan
deng sesuai harapan kami” ucapnya.
Mas Asep
sudah bekerja di usaha burjo mas Yudi sekitar 1,5 tahun, ia berusia 25 tahun dan belum berkeluarga. Ia juga berasal
seperti Mas Yudi yaitu Kuningan, Jawa Barat. Ia ikut bekerja di usaha burjo
karena ingin mendapatkan penghasilan sendiri untuk masa depanya nanti. Menurut Asep,
Yudi orang yang sangat ramah kepada siapapun entah rekan kerjanya ataupun
mahasiswa yang berkunjung diburjo. Mereka sudah saling kenal cukup lama, jadi
mereka berdua sangat mengerti akan sikap satu sama lain. Yudi adalah orang yang
sangat bertanggung jawab dan disiplin akan pekerjaan, sehingga membuat
rekan-rekan kerjanya betah bekerja dengan ia. Ia juga orang yang sabar akan
kelakuan pengunjung, apabila ada kesalah pemesanan makanan ataupun minuman.
Karena menurut Yudi itu adalah resiko dalam sebuah membuat usaha. Menurut Asep,
Yudi suka bercanda kepada rekan-rekannya ataupun pengunjung burjo, sehingga
membuat pengunjung betah diburjo dan membuat burjo jarang sepi. Menurut ia, ini
adalah pengalaman pertama kali dalam hidupnya bekerja diluar kota, dan memiliki
lingkungan yang sangat berbeda didaerah asalnya. Disini pengunjungnya sangat
ramah-ramah dan masyarakatnya juga. Sehingga membuat Asep betah bekerja di
Semarang yang walaupun cuacanya sangat panas.
Revida ialah pelanggan sekaligus
mahasiswi UDINUS yang sudah menjadi pelanggan setia burjo Mas Yudi. Sejak
berkuliah di UDINUS, ia dan teman temannya sudah sering mengunjungi burjo mas
Yudi saat istirahat maupun hanya sekedar tongkrong dengan teman temannya, salah
satu makanan favoritnya ialah nasi Ayam Jansui. Menurutnya, jarang ditemukan
nasi ayam jansui di burjo burjo yang ada di sekitar kampus, sekalinya pun ada,
ia tidak menyukainya. Mas mas yang bekerja diburjo ini pun sangat ramah,
sehingga revida dan teman temannya hampir setiap hari, makan diburjo tersebut.
Revida sudah sempat mencicipi seluruh menu makanan yang terdapat di burjo mas
Yudi. Menurutnya, dengan rasa dan porsi makanan serta tempat yang enak, burjo
mas Yudi sangat rekomendasi untuk didatangi. Bagi anak kos seperti nya, burjo
ini sangatlah cocok untuk nya dan juga dompetnya. “ ya aku sih, lebih suka
kesini, gatau aja suka gitu, enak, juga murah, mas nya baik kalo saya minta
tambah porsi, gausa nambah bayar, bagi ku sih pokoknya enakan disini deh
daripada yang lainnya “, kata revida saat kami wawancarai di burjo mas Yudi.
Aldi, pria berusia 24 tahun asal kuningan ini merupakan teman lama Yudi
dan sekarang dia juga bekerja di warung burjo milik Yudi. Aldi mulai bekerja
dengan Yudi selama kurang lebih setengah tahun. Meskipun termasuk orang baru
dalam burjo milik Yudi tetapi Aldi mengaku sangat betah dan ingin bekerja dengan
Yudi lebih lama. Hal itu bukannya tanpa alasan, Aldi merasa sangat nyaman dan
betah dikarenakan kepribadian Yudi yang sangat menyenangkan terhadap semua
teman dan semua pegawai di burjonya. Selain itu, menurut pengakuan Aldi selama
setengah tahun berkerja disini ia mendapatkan banyak sekali pembelajaran dari
Yudi maupun peagawai lainnya. Aldi merasa Yudi yang notabennya kawan lama Aldi
mampu mendorong dirinya dan pegawai lainnya untuk menjadi pribadi yang lebih
bertangung jawab dan disiplin. Selain dapat mendorong pegawainya, Yudi juga
memiliki kepribadian yang menyenangkan, ramah, dan termasuk humoris. Hal itulah
yang membuat para pegawai betah berkerja dengan Yudi.
Dimas adalah salah satu dari banyak
pelanggan Burjo Mas Yudi. Dia merupakan Mahasiswa Ilkom UDINUS yang sekarang
sudah semester 3, dengan usianya yang kini sudah 20 tahun. Dia sudah menjadi
pelanggan Burjo ini selama kuarang lebih 8 bulan. Menu favorit dari Dimas
sendiri adalah Magelangan. Menurutnya
banyak sekali perbedaan antara Burjo mas Yudi dengan Burjo yang lainnya adalah
karena Burjo ini memiliki masakan yang enak, dan juga memiliki tempat yang
bersih. ”Banyak sih Burjo atau Warteg yang murah, tapi gatau kenapa masakan di
sini menurutku jauh lebih enak daripada Burjo ataupun warteg sekitaran sini”
ungkapnya. Dan satu hal yang membuat Dimas menjadi pelanggan setia adalah
karena dia sudah kenal kepada pegawai yang ada di sini. “ Buat aku yang bikin
tempat ini adalah tempat makan atau sekedar nongkrong favorit, karena aku sudah
cukup dekat dengan pegawai yang ada disini dan juga Mas Yudi sendiri” ujar
Dimas. Pegawai di Burjo ini memang memliki usia 20-26 tahun, jadi antara
pelanggan dan pegawai memiliki rentang usia yang tidak beda jauh, itulah yang
menjadikan burjo ini ramai. “Mas Yudi juga dengan teman temnnya sangat ramah
juga bersikap sangat baik kepada saya dan pelanggan lainnya”. Ungkapnya saat
kami wawancarai.
No comments:
Post a Comment