Thursday, November 7, 2019

Muhammad Hafiz F.H.S
A15.2018.01071

Ganjar Pranowo Temui Para Mahasiswa Di Depan DPRD Jawa Tengah

SEMARANG, UDINUS – Ganjar Pranowo, Gubernur Provinsi Jawa Tengah menemui demonstran yang mengatasnamakan Aliansi Semarang Raya yang didominasi oleh kalangan mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di daerah Semarang – Salatiga di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah. (Selasa, 24/09/19)


Pada kegiatan tersebut Ganjar memberikan pernyataan bahwa akan menyampaikan sejumlah pendapat dan aspirasi yang diungkapkan para mahasiswa kepada pemerintah pusat yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Presiden. Diantara tuntutan para mahasiswa yang diutarakan pada aksi demo tersebut adalah; tolak RUU KPK, tolak RUU Perairan, RUU pertanahan, tolak RKUHP, RUU kas, dan berbagai RUU lainnya yang dianggap tidak relevan dengan makna reformasi dimana RUU tersebut terindikasi hanya mengedepankan kepentingan pihak pejabat bukan memihak kepada rakyat.


Aksi demo tersebut dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Tampak sejumlah mahasiswa berkumpul di sekitar pelataran Universitas Diponegoro, Pleburan, Semarang. Kemudian disusul oleh mahasiswa – mahasiswa lain dari penjuru Kota Semarang dan Kota Salatiga. Mayoritas demonstran mengenakan pakaian hitam dan jas almamater masing – masing universitas. Mereka membawa spanduk dan papan – papan bertuliskan keresahan mereka kepada wakil rakyat dan jajaran pemerintah lainnya yang dinilai mengalami kebobrokan kinerja dalam mengelola dan mereformasi Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.


Pada aksi yang dihadiri lebih dari ribuan mahasiswa tersebut sempat terjadi kerusuhan yang mengakibatkan gerbang Gedung Dewan Perwakilan Rakyat roboh terdorong kerumunan mahasiswa yang tidak ditanggapi secara segera oleh pihak pemerintah daerah tersebut. Tidak hanya merobohkan pagar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah, dalam aksi demo tersebut para demonstran turut menyebabkan kerusakan sejumlah taman dan fasilitas umum yang ada di sekitar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah tersebut. Namun hal tersebut tidak hanya semata – mata karena rasa kesal para mahasiswa saja namun perlu diketahui bahwa apa yang terjadi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah tersebut adalah disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang sangat kontroversial di mata rakyat. Salah satunya adalah dengan pemasangan kawat dan brikade oleh aparat kepolisian yang menyebabkan sejumlah mahasiswa terluka yang kemudian menyulut amarah massa sehingga mulailah saling dorong mendorong antara mahasiswa diarahkan pada pagar gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Tengah agar mereka dapat mengakses masuk ke gedung tersebut. Hal inilah yang disoroti oleh Ganjar dan membuat sang gubernur menyampaikan rasa kekecewaannya pada saat berbicara di atas podium demonstran yang berujung dengan ajakan membersihkan tempat demo di keesokan harinya.


Selang beberapa saat setelah gerbang dirobohkan, Kapolrestabes Kota Semarang memasuki kerumunan mahasiswa sambil menyampaikan kepada mereka untuk tetap tenang dan bersabar karena bapak gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo akan segera menemui mereka di lapangan aksi siang hari itu juga. Tak lama, datanglah gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dengan kawalan aparat kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia menuju kerumunan massa tersebut. Demonstran pun memberi jalan untuk gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo agar dapat menaiki podium yang telah dilengkapi dengan pengeras suara yang dapat memancarkan suara kepada seluruh pendemo siang hari itu.


Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah itu membuka orasi singkatnya dengan menyampaikan salam kepada para mahasiswa. Kemudian langsung memberikan pernyataan bahwa beliau akan menyampaikan pesan apapun yang dibawa oleh para mahasiswa. Awalnya beliau mengundang perwakilan demonstran untuk masuk ke ruangan beliau dan membicarakan hal ini dengan seksama. Namun para mahasiswa menolak dan menginginkan Ganjar tetap berada di tengah aksi kemudian menandatangani surat bermaterai yang telah ditulis oleh para mahasiswa.

No comments:

Post a Comment